Pencarian

Kebakaran Lahan 4 Hektare di Tarakan Timur Padam Setelah 5 Jam, Kodim 0907 Kerahkan Personel dan Mobil Damkar

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:09:31 WIB
Kebakaran Lahan 4 Hektare di Tarakan Timur Padam Setelah 5 Jam, Kodim 0907 Kerahkan Personel dan Mobil Damkar
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas empat hektare di kawasan Pantai Amal, Tarakan Timur, hingga api padam setelah lima jam penanganan.

TARAKAN — Api yang melahap lahan kosong di kawasan Pantai Amal akhirnya padam pada pukul 22.45 Wita setelah sempat menguasai area seluas empat hektare. Peristiwa yang diketahui sekitar pukul 18.00 Wita ini melibatkan belasan personel gabungan dari berbagai instansi untuk mencegah kobaran api merambat ke permukiman warga.

Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, menyebut pihaknya langsung menggerakkan empat personel dan satu unit mobil pemadam begitu mendapat laporan. "Memang beberapa kali kita turun bersama-sama dengan instansi terkait untuk membantu pemadaman di beberapa titik. Seperti malam ini, begitu ada kejadian di Pantai Amal, personel langsung digerakkan untuk membantu," ujarnya.

Penyebab Api Cepat Menjalar

Kondisi lahan yang kering menjadi faktor utama cepatnya api menyebar. Rumput dan semak belukar yang sudah mengering akibat kemarau panjang, ditambah hembusan angin, membuat penanganan tidak bisa hanya fokus pada satu titik.

"Kalau melihat kondisi lahannya memang cukup kering. Apalagi ada angin, api bisa cepat berpindah. Jadi yang dilakukan di lapangan bukan hanya memadamkan titik yang terbakar, tetapi juga mengantisipasi supaya tidak meluas," kata Danan.

Selain Kodim, upaya pemadaman melibatkan BPBD yang menerjunkan tiga mobil tangki air dan tiga pompa pemadam. Polsek Tarakan Timur, Posal, PMI, relawan Kolakar, hingga perangkat kelurahan dan masyarakat turut bergotong royong di lokasi.

Koordinasi Lapangan dan Ancaman ke Permukiman

Danan menjelaskan pola penanganan di lapangan dibagi berdasarkan kebutuhan. Sebagian personel fokus memadamkan titik api, sebagian lainnya bertugas menyuplai air, dan ada yang memantau titik-titik rawan di sekitar lokasi agar api tidak menyebar.

"Di lapangan semua saling membantu. Ada yang menangani pemadaman, ada yang menyuplai air, dan ada juga yang memantau titik-titik di sekitar lokasi. Polanya seperti itu supaya pekerjaan lebih cepat," jelasnya.

Jarak rumah warga terdekat sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran. Petugas terus memperhatikan arah pergerakan api agar tidak mendekati permukiman. "Kita juga melihat arah api dan jaraknya dengan permukiman. Jangan sampai kebakaran lahan seperti ini kemudian merambat dan menimbulkan dampak ke rumah warga," ucap Danan.

Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, petugas dari BPBD, PMI, dan relawan Kolakar mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.27 Wita.

Imbauan untuk Warga di Musim Kemarau

Danan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering seperti sekarang. Ia menegaskan api yang membesar dengan bantuan angin akan sangat sulit ditangani.

"Kalau memang ada aktivitas di sekitar lahan, jangan sampai menggunakan api sembarangan. Kondisi seperti sekarang cukup rawan. Sekali api membesar dan kena angin, penanganannya bisa jauh lebih sulit," pungkasnya.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks