Tiga lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bulungan berhasil dipadamkan personel Ditsamapta Polda Kalimantan Utara, Kamis (20/8/2026). Total lahan terdampak mencapai sekitar 4,1 hektare yang tersebar di Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Tanjung Selor.
BULUNGAN — Operasi pemadaman dilakukan mulai pukul 15.30 WITA dengan menerjunkan 40 personel di bawah komando Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya, S.I.K. Seluruh titik api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan untuk mencegah api muncul kembali.
Lokasi terluas berada di kawasan TPU Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, dengan luas lahan terbakar mencapai 1,7 hektare. Dua titik lainnya berada di Desa Apung seluas 1,4 hektare dan Desa Tanjung Agung RT 9, Kecamatan Tanjung Palas Timur, seluas 1 hektare.
Medan Terjal: Personel Berjalan Kaki Satu Kilometer
Kendala utama di lapangan adalah akses menuju titik api di dua lokasi terakhir. Personel harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer karena jalur kendaraan terhalang semak belukar dan medan yang sulit dilalui.
Untuk memastikan pasokan air tetap lancar, tim menggunakan sumber berbeda di tiap lokasi. Di Desa Tanjung Agung, air diambil dari tangki profil milik warga. Sementara di Desa Apung memanfaatkan Water Tank, dan di lokasi TPU menggunakan floating pump yang menyedot air dari anak sungai.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla
Setelah api dipadamkan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka berkoordinasi dengan warga setempat untuk melakukan pemantauan lanjutan terhadap area yang telah ditangani. Langkah ini penting untuk memastikan bara api tidak menyala kembali di tengah kondisi cuaca kering.
Penanganan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam merespons laporan masyarakat. Selain mencegah meluasnya kebakaran, operasi ini juga bertujuan meminimalisir dampak asap terhadap lingkungan dan kesehatan warga di wilayah hukum Polda Kaltara.
Seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran kali ini.