KALIMANTAN UTARA — Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, yang bertindak sebagai pembina upacara. Para siswa dan jajaran Pemerintah Desa setempat tampak berbaris rapi di sepanjang bibir sungai, menyaksikan momen pengibaran sang saka yang dilakukan di atas perairan.
Makna di Balik Tema "Ayo Merah Putihkan DAM Pleret"
Dalam pidato kemerdekaannya, Zaini menegaskan bahwa peringatan kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Tema yang diangkat memiliki pesan mendalam tentang tanggung jawab menjaga lingkungan dan memperkuat gotong royong.
"DAM Pleret bukan hanya sebuah tempat, ia adalah bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat. Karena itu, mari kita jaga kebersihan, keindahan, keamanan, serta manfaatnya untuk generasi yang akan datang," ujar Zaini di hadapan peserta upacara.
Simbol Persatuan dan Pengingat Amanah Kemerdekaan
Politikus asal Pasuruan itu menekankan bahwa pemilihan lokasi upacara di bendungan bukan tanpa alasan. Menurutnya, DAM Pleret merepresentasikan kekuatan kolektif warga dalam mengelola sumber daya bersama.
"DAM Pleret bukan hanya simbol persatuan masyarakat, tetapi wujud dari kebersamaan yang sesungguhnya," tambahnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, bukan sekadar mengenang perjuangan pahlawan.
"Satu langkah, satu semangat, Guyub Rukun Sak Lawase," tegas Zaini, menutup arahannya.
Drama Kolosal Perjuangan di Atas Perahu Bambu
Puncak acara semakin meriah dengan penampilan drama kolosal yang diperagakan warga setempat. Adegan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan ditampilkan secara apik di atas perahu-perahu bambu yang menyusuri aliran Sungai Welang.
Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri, memadukan nilai historis dengan kearifan lokal. Warga yang tidak mendapat tempat di bibir bendungan menyaksikan jalannya drama dari tepi sungai dan jembatan desa.
Kegiatan ini menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam menyemarakkan hari kemerdekaan, sekaligus pengingat bahwa semangat juang harus terus dirawat dalam bingkai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.