TARAKAN — Rencana Pemerintah Kota Tarakan membangun pusat pergudangan di Lingkas Ujung mendapat lampu hijau dari DPRD. Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menilai langkah ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan yang selama ini dipicu aktivitas bongkar muat kendaraan berbadan besar di jam sibuk.
Lahan eks Cafe JB yang berada di dekat kawasan Taman Berlabuh akan disulap menjadi tempat transit barang. Dengan begitu, truk kontainer tidak lagi melintas bebas di jalan-jalan protokol Kota Tarakan.
Anggaran Rp 5 Miliar untuk Dua Unit Gudang Tahap Awal
Pemerintah kota telah menyiapkan anggaran total Rp 5 miliar untuk proyek ini. Pada tahun ini, dana awal sebesar Rp 700 juta dialokasikan sebagai starter pembangunan.
Karena keterbatasan anggaran, proyek akan dikerjakan secara bertahap atau multiyears. Dua unit bangunan gudang menjadi prioritas pada tahap pertama, dengan titik pembangunan dimulai dari sisi ujung lahan agar tidak mengganggu area parkir kendaraan besar yang masih beroperasi.
Mengapa Truk Kontainer Dilarang Melintas di Pusat Kota?
Randy menjelaskan, aktivitas bongkar muat kontainer yang kerap terjadi siang hari di dalam kota menimbulkan dua persoalan sekaligus: kemacetan panjang dan risiko kecelakaan fatal. Beberapa insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar sempat terjadi di jalur protokol Tarakan.
"Aktivitas bongkar muat kontainer berbadan besar sering kita lihat terjadi siang hari di dalam kota. Ini tentu berbahaya dan memicu kemacetan. Ke depan, pengusaha bisa menyewa di pusat pergudangan ini, lalu pengangkutan barang ke toko retail dilanjutkan menggunakan kendaraan roda empat yang lebih kecil," ujar Randy, Minggu (16/8/26).
Skema Baru Distribusi Barang ke Toko Retail
Dengan beroperasinya gudang transit ini, alur distribusi barang akan berubah total. Kontainer besar cukup berhenti di Lingkas Ujung, kemudian barang-barang diangkut menggunakan kendaraan roda empat berukuran lebih kecil menuju toko-toko retail di dalam kota.
Pola ini diharapkan meminimalisir potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat sekaligus membuat arus lalu lintas di pusat kota lebih lancar. Randy berharap proyek dapat berjalan sesuai rencana agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Tarakan meningkat signifikan.