NUNUKAN — Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) Kaltara memasuki babak baru. Setelah jeda hampir sembilan bulan, keduanya kembali bertemu dalam lokakarya yang difokuskan pada penyusunan program strategis pendidikan untuk anggaran 2027.
Provincial Manager INOVASI Kaltara, Agus Prayitno, menyebut pertemuan ini sebagai agenda formal perdana sejak terakhir kali dilaksanakan pada November 2025. Ia menegaskan bahwa konsentrasi utama program ini adalah peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nunukan.
60 Sekolah di Pulau Nunukan dan Sebatik Telah Terjangkau
Salah satu capaian yang sudah direalisasikan INOVASI Kaltara adalah Program Literasi Dasar Kelas Awal. Program ini menyasar 47 sekolah dasar (SD) dan 13 madrasah ibtidaiyah (MI) yang tersebar di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.
“Pesan pentingnya adalah kami sangat konsen terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nunukan,” ujar Agus di sela-sela lokakarya.
Empat Narasumber Dihadirkan untuk Perkaya Perencanaan
Lokakarya yang berlangsung tiga hari ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai unsur. Mereka berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), termasuk Universitas Borneo Tarakan (UBT) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu memperkaya perspektif pemerintah daerah dalam menyusun program yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan lapangan. Pembahasan materi difokuskan pada evaluasi program, penyusunan prioritas, hingga skema penganggaran.
Plt. Kadisdik Nunukan: Jangan Hanya Berhenti pada Kegiatan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Erlina, mengingatkan tantangan dunia pendidikan ke depan semakin besar. Ia menekankan bahwa perencanaan yang matang diperlukan agar program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan lokakarya ini penting untuk menyamakan persepsi dan segala prioritas yang kita rencanakan. Bukan sekadar hanya kegiatan, tetapi harus memberikan dampak dan manfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan,” kata Erlina saat membuka acara secara resmi.
Kolaborasi Lintas Lembaga Jadi Modal Dasar
Erlina menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, INOVASI Kaltara, perguruan tinggi, dan mitra pendidikan lainnya menjadi modal penting. Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menyusun program yang benar-benar berpihak kepada kepentingan anak di Kabupaten Nunukan.
“Saya percaya dengan semangat kolaborasi yang telah dibantu INOVASI Kaltara, kami harapkan menjadi dasar yang kuat agar dapat menyusun program dan kegiatan yang benar-benar berpihak kepada anak di Kabupaten Nunukan,” tuturnya.
Melalui lokakarya ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan lahirnya perencanaan pendidikan yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Peningkatan mutu pendidikan di wilayah perbatasan itu diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Agus Prayitno pun mengapresiasi kehadiran para peserta yang meluangkan waktu untuk berkontribusi memajukan pendidikan di Nunukan.