KALIMANTAN UTARA — Kepastian target tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono. Ia menyebut delapan atlet yang akan diberangkatkan sudah final dan disetujui, namun enggan merinci warna medali yang diprediksi akan diraih.
"Delapan atlet sudah pasti dan sudah disetujui, kami akan berangkat. Sudah diprediksi oleh tim ahli kira-kira dapat empat medali. Kami akan lihat apakah target itu bisa tercapai," kata Djoko dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Selasa (18/2).
Komposisi Skuad: Dua Jawara Dunia Jadi Andalan di Sektor Putra
Indonesia akan menurunkan kekuatan penuh dengan komposisi empat lifter putra dan empat putri. Sektor putra menjadi sorotan utama karena dihuni oleh dua pemegang rekor dunia, Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah.
Rahmat Erwin Abdullah akan turun di kelas 75 kg. Sementara Rizki Juniansyah, yang baru pertama kali tampil di Asian Games, diturunkan di kelas 85 kg setelah sebelumnya diproyeksikan bersaing dengan Rahmat untuk mengisi kelas 75 kg.
Lifter putra lainnya adalah Ricko Saputra (60 kg) dan senior Eko Yuli Irawan (65 kg). Eko Yuli menjadi salah satu lifter paling berpengalaman dengan koleksi medali di tiga Asian Games beruntun (2010, 2014, 2018).
Rahmat Erwin Abdullah: Satu-satunya Juara Bertahan di Skuad Garuda
Dari daftar delapan lifter yang dipersiapkan, Rahmat Erwin Abdullah menjadi satu-satunya peraih medali emas Asian Games. Pada edisi Hangzhou 2022 yang berlangsung 2023, ia merebut emas kelas 73 kg dengan total angkatan 359 kg.
Saat itu, Rahmat juga memecahkan rekor Asian Games dan rekor dunia clean and jerk dengan angkatan 201 kg. Statusnya sebagai juara bertahan jelas menjadi modal berharga, meski ia harus beradaptasi dengan perubahan kelas di Aichi-Nagoya nanti.
Dukungan Lima Ofisial dan Jadwal Pertandingan
Selain delapan lifter, PB PABSI juga menyiapkan lima ofisial untuk mendampingi tim. Mereka adalah Dirdja Wihardja, Erwin Abdullah, Samsusi, Sri Indriyani, dan Triyatno. Nama-nama tersebut merupakan mantan lifter nasional yang kini dipercaya menangani generasi penerus.
Cabang angkat besi Asian Games Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung pada 23-29 September 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center. Ini akan menjadi ujian besar bagi Indonesia untuk memperbaiki capaian di edisi sebelumnya.
Catatan Sejarah: Indonesia Sudah Koleksi 24 Medali dari Angkat Besi
Sepanjang sejarah angkat besi di Asian Games, Indonesia telah mengumpulkan dua emas, delapan perak, dan 14 perunggu. Capaian terbaik secara kualitas terjadi pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Jika dilihat dari jumlah medali terbanyak, Indonesia justru paling produktif pada Asian Games 2010 Guangzhou dengan satu perak dan tiga perunggu. Emas pertama dipersembahkan Eko Yuli Irawan pada 2018, disusul Rahmat Erwin Abdullah pada 2022.
Target empat medali dari delapan lifter yang diberangkatkan memang ambisius. Namun dengan materi atlet yang ada, termasuk dua pemegang rekor dunia, peluang itu dinilai realistis oleh tim ahli PABSI.