TARAKAN — Simulasi penanganan keadaan darurat di Fuel Terminal Tarakan berlangsung terpadu dengan Kantor Regional Pertamina Patniaga di Balikpapan. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kecepatan respons, keandalan sarana tanggap darurat, serta koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat sekitar.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patna Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan darurat.
"Simulasi ini menguji kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan seluruh unsur dalam menyelamatkan korban, melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan energi," ujar Edi.
Skenario Gangguan Ganda di Tangki Penyimpanan BBM
Latihan mengangkat skenario gangguan saat penerimaan Pertalite dari kapal menuju tangki T-06 yang berlangsung bersamaan dengan pekerjaan perbaikan tangki T-05. Kondisi tersebut diskenariokan memicu pelepasan uap (vapour release), flash, dan tumpahan BBM di area tangki.
Begitu alarm berbunyi, petugas menghentikan sementara kegiatan operasional, mengisolasi area, dan mengarahkan pekerja menuju assembly point. Emergency Respon Team (ERT) PPN Regional Kalimantan kemudian melakukan pengendalian flash, pendinginan fasilitas, penanganan tumpahan, serta pemantauan lingkungan.
Evakuasi Korban dan Aktivasi Puskodal Balikpapan
Dalam skenario, tiga pekerja disimulasikan terdampak. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapat pertolongan pertama, sementara dua korban dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk penanganan lanjutan.
Status penanganan kemudian ditingkatkan menjadi OKD Level 1. Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Regional Kalimantan di Balikpapan diaktifkan untuk memperkuat dukungan personel, peralatan, medis, pengamanan, hingga komunikasi.
Libatkan Polsek, BPBD, TNI, hingga Warga Sekitar
Simulasi penanganan melibatkan Polsek Tarakan Timur, BPBD Kota Tarakan, Pertamina EP Tarakan Field, Koramil 090701, Polantas Polres Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung dan Gunung Lingkas, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Masyarakat di kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas juga dilibatkan melalui latihan evakuasi menuju titik kumpul aman. Tujuannya meningkatkan pemahaman warga terhadap jalur evakuasi dan langkah yang harus dilakukan saat menerima peringatan darurat.
"Kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan dapat berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat sesungguhnya," jelas Edi.
Uji Skema Pasokan dan Evaluasi Prosedur
Selain menguji respons lapangan, Pertamina Patra Niaga juga menguji skema pasokan reguler, alternatif, dan darurat. Hal ini untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap terjaga apabila terjadi gangguan fasilitas.
Seluruh rangkaian simulasi kemudian dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan prosedur, peningkatan kompetensi personel, dan penguatan koordinasi antarinstansi.