TARAKAN — Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan diproyeksikan bakal menerima bantuan biaya pendidikan dari Program Beasiswa Khusus tahun 2026. Namun, proses pendaftaran dan seleksi belum bisa dimulai karena kampus masih menunggu regulasi teknis dari pemerintah provinsi.
Anggaran Rp1 Miliar untuk 300 Mahasiswa
Wakil Rektor II UBT Dr. Etty Wahyuni mengungkapkan, estimasi bantuan yang diterima setiap mahasiswa mencapai Rp3.250.000. Dengan kuota 300 penerima, total dana yang dikucurkan melalui UBT mencapai sekitar Rp1 miliar.
"Kami masih menunggu Juknis resmi dari Biro Kesra Provinsi Kaltara terkait persyaratan, seperti ketentuan minimal IPK, batas semester, maupun kriteria lainnya," kata Etty dalam keterangan resmi yang diterima Radar Tarakan.
Seleksi Baru Berjalan Setelah PKS dan Juknis Terbit
Menurut Etty, seleksi internal kampus baru bisa dilaksanakan setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani dan Juknis diterbitkan. UBT, lanjutnya, siap memproses seluruh tahapan begitu regulasi selesai.
Kampus juga akan memastikan seleksi berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemprov Kaltara. Pelibatan perguruan tinggi dalam mekanisme ini disebut akan meningkatkan ketepatan sasaran beasiswa.
"Kampus memiliki data akademik dan administrasi mahasiswa yang dapat dijadikan dasar dalam proses verifikasi," jelasnya.
Target: Mahasiswa Terima Manfaat Beasiswa Tahun Ini
Etty berharap proses seleksi bisa segera bergulir setelah seluruh dokumen hukum rampung. Dengan begitu, mahasiswa yang memenuhi syarat dapat menerima bantuan pada tahun 2026.
"Kami berharap setelah PKS ditandatangani dan Juknis diterbitkan, proses seleksi bisa segera dilaksanakan sehingga mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat segera menerima manfaat Program Beasiswa Khusus tahun 2026," pungkasnya.