KALIMANTAN UTARA — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menekankan bahwa pembentukan kebiasaan olahraga tidak bisa instan dan harus dimulai sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, fondasi aktivitas fisik yang kuat di bangku SD akan menentukan gaya hidup sehat masyarakat di masa depan.
“Kita tahu olahraga nggak ada yang instan. Olahraga harus ada dasar-dasar yang kuat, terutama jika menjadi atlet ya. Jadi dari sekarang untuk olahraga itu kita fokus di sekolah-sekolah dasar, dan klub-klub olahraga,” kata Taufik di kantor Kemenpora, Jakarta.
Program CFD dan Tes Kebugaran Pelajar Nasional di 10 Kota
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, merinci dua kegiatan utama dalam nota kesepahaman ini. Pertama, sports activation pada Car Free Day (CFD) di enam kota sekunder: Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Ciamis, Bandung Barat, dan Salatiga.
Kedua, melalui MILO School Development Program, perusahaan akan mendukung pelaksanaan Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) bersama Kemenpora di sekolah-sekolah yang tersebar di 10 kota. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat berbagai program pembudayaan olahraga,” ujar Alaa.
Sinergi Pemerintah dan Swasta, dari CFD hingga Indonesia Sports Summit
Kemenpora mengakui bahwa mendorong budaya hidup aktif tidak bisa dilakukan sendiri. Taufik Hidayat menyambut baik keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan olahraga.
“Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Kami menyambut baik kolaborasi dengan Nestlé MILO sebagai contoh nyata sinergi yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan olahraga,” jelas Taufik.
Puncak dari rangkaian kerja sama ini adalah penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang digelar Kemenpora pada 11-13 September 2026. Sekretaris Kemenpora, Dr. Gunawan Suswantoro, menambahkan bahwa forum tersebut akan menjadi ajang pengembangan industri olahraga nasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebugaran.
Fokus pada Anak Usia Dini sebagai Investasi Jangka Panjang
Pembudayaan olahraga di sekolah menjadi prioritas karena anak usia dini dinilai lebih mudah menyerap kebiasaan positif. Melalui kolaborasi ini, Kemenpora berharap lahir generasi yang lebih sehat, aktif, dan berdaya saing.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkuat berbagai program pembudayaan olahraga, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebugaran, serta mendukung pengembangan industri olahraga nasional,” pungkas Gunawan.