Pencarian

Paus Leo XIV Terbitkan Ensiklik 42.300 Kata: AI Harus Melayani Manusia, Bukan Memperkuat Kesenjangan

Senin, 25 Mei 2026 • 20:32:33 WIB
Paus Leo XIV Terbitkan Ensiklik 42.300 Kata: AI Harus Melayani Manusia, Bukan Memperkuat Kesenjangan
Paus Leo XIV menegaskan AI harus melayani manusia, bukan memperkuat kesenjangan sosial.

KALIMANTAN UTARA — Vatikan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap perkembangan kecerdasan buatan. Paus Leo XIV, melalui ensiklik perdananya yang dirilis pekan lalu, memperingatkan bahaya "kesalahpahaman yang menyamakan jenis 'kecerdasan' ini dengan kecerdasan manusia". Dokumen ini merupakan tradisi Gereja Katolik yang sudah berusia hampir 400 tahun untuk menyampaikan perspektif resmi atas suatu isu.

Dalam dokumen tersebut, Paus menegaskan bahwa sistem AI hanyalah tiruan dari fungsi intelektual manusia. "Sistem ini hanya meniru fungsi tertentu dari kecerdasan manusia. Dalam melakukannya, mereka sering melampaui kecerdasan manusia dalam kecepatan dan kapasitas komputasi, menawarkan manfaat nyata di banyak bidang," tulis Paus Leo.

Mengapa AI Tidak Bisa Disamakan dengan Manusia

Paus memberikan argumen mendasar tentang perbedaan esensial antara AI dan manusia. Menurutnya, AI tidak mengalami pengalaman, tidak memiliki tubuh, tidak merasakan suka atau duka, dan tidak matang melalui hubungan interpersonal.

"Yang disebut kecerdasan buatan tidak mengalami pengalaman, tidak memiliki tubuh, tidak merasakan suka atau duka, tidak matang melalui hubungan dan tidak mengetahui dari dalam apa arti cinta, pekerjaan, persahabatan atau tanggung jawab," tulis Paus Leo dalam ensikliknya. Ia menambahkan bahwa AI juga tidak memiliki hati nurani moral karena tidak bisa menilai baik dan buruk, atau mempertanggungjawabkan konsekuensi dari tindakannya.

Menariknya, pernyataan ini disampaikan Paus bersama salah satu pendiri Anthropic, Christopher Olah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Vatikan tidak sekadar mengkritik dari luar, tetapi juga berdialog langsung dengan para pengembang AI terkemuka.

Tuntutan Regulasi dan Perlindungan Pekerja

Paus Leo secara eksplisit menyerukan pembentukan alat regulasi yang memadai. "Penting untuk menetapkan alat regulasi yang mampu menegakkan keadilan dan mengekang efek distorsi dari kekuatan teknologi," tegasnya. Ia menyoroti bahwa kekayaan saat ini sudah terkonsentrasi di tangan segelintir orang, dan pemerintah harus memastikan celah ini tidak semakin melebar.

Salah satu poin krusial adalah keputusan terkait senjata. Paus menekankan bahwa pemimpin dunia harus memastikan manusia, bukan AI, yang membuat semua keputusan terkait persenjataan di masa depan. Ini menjadi peringatan serius di tengah perkembangan sistem senjata otonom yang semakin canggih.

Dari sisi ketenagakerjaan, Paus memperingatkan bahwa teknologi AI—dan keuntungan yang dihasilkannya—tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan pemutusan hubungan kerja secara sistematis. Ia mendorong program pelatihan ulang (retraining) dan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pekerja yang posisinya terancam oleh AI.

Perlindungan Anak dan Pendidikan Digital

Vatikan juga menyoroti dampak AI terhadap generasi muda. Paus menyerukan "aliansi pendidikan untuk era digital" yang mendorong anak muda berpikir kritis tentang AI. Regulasi, menurutnya, harus melindungi anak-anak dari konten "kekerasan atau merendahkan" yang dihasilkan AI, serta dari risiko grooming (buray) dan eksploitasi seksual.

Meskipun kritis, Paus Leo tidak memandang AI sebagai musuh. Ia menyatakan bahwa AI tidak boleh dilihat "sebagai kekuatan yang antagonistik terhadap kemanusiaan". Jika dikelola dengan hati-hati, AI justru bisa "membuka cakrawala yang meluas ke segala arah".

Langkah konkret Vatikan dalam mengadopsi AI sudah terlihat. Pada Februari lalu, Vatikan bekerja sama dengan penyedia layanan bahasa Translated untuk menawarkan terjemahan langsung bertenaga AI bagi jemaat Misa Kudus. Ini menandakan bahwa sikap Vatikan bukanlah penolakan total, melainkan ajakan untuk mengelola AI secara etis dan manusiawi.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks