NUNUKAN — Stiker putih menempel di kaca depan mobil dan spion motor warga Nunukan beberapa hari terakhir. Bukan tilang, tapi surat pengingat dari Samsat. Petugas Bapenda Kaltara tengah menjalankan Operasi Tempel-Tempel (OTT), program yang sempat disalahartikan warga sebagai razia kendaraan bermotor.
"Itu namanya kegiatan pelayanan OTT, Operasi Tempel-Tempel. Tujuannya mengingatkan masyarakat atau wajib pajak, apabila kendaraan mereka sudah jatuh tempo pajak, atau sudah waktunya daftar ulang STNK," kata Samsul, Senin (20/7/2026).
Petugas Hanya Tempel Stiker, Tak Ada Penindakan
Samsul menjelaskan, petugas hanya menempelkan stiker pemberitahuan jika kendaraan terindikasi telah melewati masa berlaku pajak atau daftar ulang STNK. Identifikasi dilakukan melalui bulan dan tahun yang tercantum di pelat nomor kendaraan.
"Dengan melihat stiker itu, masyarakat akan mengecek STNK-nya. Dari situ mereka tahu apakah pajaknya sudah jatuh tempo, atau sudah waktunya daftar ulang lima tahunan," jelas dia.
Operasi ini tidak dilakukan untuk memberikan sanksi. Tidak ada denda, tidak ada kendaraan yang ditahan. Stiker hanya alat pengingat agar pemilik segera mengecek dokumen kendaraannya.
Dua Kewajiban yang Jadi Sasaran OTT
Menurut Samsul, ada dua kewajiban administrasi yang menjadi perhatian Samsat dalam operasi ini. Pertama, pembayaran pajak kendaraan tahunan. Kedua, daftar ulang STNK setiap lima tahun. Keduanya terlihat dari masa berlaku yang tercetak di pelat nomor.
Program OTT diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu. Dampak jangka panjangnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltara ikut terdongkrak.
Layanan Alternatif: Door to Door hingga Samsat Delivery
Selain OTT, Samsat Nunukan menyediakan sejumlah layanan untuk memudahkan warga mengurus pajak kendaraan. Mulai dari payment point, pelayanan door to door, Samsat Delivery, notifikasi pajak via WhatsApp dan SMS, hingga Samsat Keliling.
Dengan berbagai kanal ini, Bapenda Kaltara berharap masyarakat tidak punya alasan lagi untuk menunda pembayaran pajak. Operasi Tempel-Tempel menjadi pengingat fisik di lapangan, sementara layanan digital mempermudah proses administrasi dari rumah.