JAKARTA — Data harga BBM per 22 Mei 2026 mengonfirmasi segmen solar non-subsidi menjadi yang paling tertekan oleh dinamika pasar energi internasional. Dexlite dan Pertamina Dex dari Pertamina berada di rentang Rp26.000 hingga Rp27.900 per liter. Sementara itu, produk diesel dari SPBU swasta seperti BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel menembus angka Rp29.890 hingga Rp30.890 per liter. Lonjakan ini jauh lebih tajam dibandingkan kelompok bensin yang hanya mengalami penyesuaian kecil.
Solar Non-Subsidi: Beban Baru bagi Logistik dan Usaha Harian
Kenaikan harga solar non-subsidi paling terasa di sektor transportasi dan logistik jarak jauh. Biaya operasional harian kendaraan bermesin diesel meningkat drastis seiring harga per liter yang kini mendekati Rp31.000 di beberapa SPBU swasta. Sebagai perbandingan, Biosolar bersubsidi masih dipertahankan di Rp6.800 per liter, namun pasokan dan aksesnya terbatas pada kendaraan tertentu.
Shell kembali menghadirkan V-Power Diesel setelah sempat vakum akibat keterbatasan pasokan sejak awal 2026. Kehadiran kembali produk ini memicu persaingan harga di segmen diesel premium antar SPBU swasta, meski harga secara umum masih bertahan di level tinggi.
Harga Bensin Relatif Stabil, Disparitas Wilayah Masih Jadi Masalah
Berbeda dengan solar, harga BBM bensin seperti Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) tercatat lebih tenang. Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, sementara produk kompetitor seperti BP 92 dan Revvo 92 dari Vivo berada di kisaran Rp12.390 per liter. Kenaikan yang terjadi pada awal Mei 2026 tidak signifikan, sehingga dampaknya lebih terbatas pada pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar bensin.
Namun, harga BBM di Indonesia belum seragam antarwilayah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kebijakan pajak daerah, biaya distribusi, dan kondisi geografis yang membuat proses penyaluran di daerah terpencil lebih mahal. Hal ini menjadi catatan penting bagi konsumen di luar Pulau Jawa yang kerap membayar lebih mahal untuk produk yang sama.
Fakta Singkat: Perbandingan Harga BBM per 22 Mei 2026
- Pertamina Dex (CN 53): Rp27.900 per liter — tertinggi di segmen diesel Pertamina.
- Shell V-Power Diesel: Rp30.890 per liter — kembali tersedia setelah sempat langka di awal 2026.
- BP Ultimate Diesel: Rp29.890 per liter — harga premium untuk kendaraan diesel berteknologi tinggi.
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter — harga bensin non-subsidi yang relatif stabil.
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter — BBM subsidi yang masih menjadi andalan masyarakat menengah ke bawah.
Mengapa Harga BBM di SPBU Swasta Lebih Mahal?
SPBU swasta seperti BP, Shell, dan Vivo hanya menjual BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar internasional. Pada periode Mei 2026, seluruh produk mereka telah mengalami penyesuaian harga di awal bulan dan cenderung stabil setelahnya. Pola harga antar ketiga merek ini relatif sejalan, terutama pada segmen bensin dan diesel non-subsidi.
Pergerakan harga ke depan masih sangat bergantung pada harga minyak mentah global dan biaya distribusi energi internasional. Untuk konsumen di Indonesia, memantau harga di SPBU terdekat dan membandingkan antar merek menjadi langkah bijak sebelum mengisi bahan bakar.