Pencarian

Impor Kalimantan Utara Anjlok 55 Persen di Awal 2026, Neraca Dagang Justru Surplus US$218 Juta

Senin, 18 Mei 2026 • 12:21:01 WIB
Impor Kalimantan Utara Anjlok 55 Persen di Awal 2026, Neraca Dagang Justru Surplus US$218 Juta
Nilai impor Kalimantan Utara turun 55 persen pada kuartal pertama 2026.

TANJUNG SELOR — Nilai impor Kalimantan Utara pada tiga bulan pertama 2026 menunjukkan tren kontraksi signifikan. Kepala BPS Kaltara Dr. Mustaqim dalam rilis resmi 5 Mei 2026 mengungkapkan, impor Januari–Maret tahun ini hanya US$91,33 juta, turun dari US$203,43 juta pada periode yang sama di 2025.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok barang hasil tambang yang nilai impornya jatuh dari US$1,2 juta menjadi hanya US$0,09 juta—kontraksi 92,66 persen. Sementara impor barang hasil industri tercatat US$85,3 juta, turun 57,84 persen dibanding tahun sebelumnya.

Impor Migas dan Nonmigas: Siapa Pemasok Utama?

Dari total impor periode tersebut, komoditas migas menyumbang US$5,95 juta. Tiga negara pemasok utama migas ke Kaltara adalah Tiongkok senilai US$5,54 juta, Malaysia US$0,38 juta, dan Singapura US$0,02 juta.

Adapun impor nonmigas mencapai US$85,39 juta, didominasi produk dari Tiongkok sebesar US$49,16 juta. Vietnam menyusul dengan US$12,51 juta, Singapura US$10,59 juta, dan negara lainnya US$9,06 juta. Namun angka ini anjlok 63,36 persen dibanding Januari–Maret 2025.

Kinerja Maret: Impor Terjun Bebas 70 Persen

Jika dilihat per bulan, impor Maret 2026 hanya US$24,56 juta—turun drastis 70,43 persen dibanding Maret 2025. Mustaqim menjelaskan, penyebabnya sama: penurunan impor hasil industri dan hasil tambang.

Bahkan secara bulanan, impor nonmigas Maret 2026 sebesar US$19,21 juta ambles 63,12 persen dibanding Februari 2026 yang tercatat US$52,08 juta.

Neraca Dagang Kaltara: Surplus Melonjak 62 Persen

Meski impor turun, neraca perdagangan Kalimantan Utara justru mencatat surplus US$218,15 juta pada Januari–Maret 2026. Angka ini naik 62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Maret 2026 saja, surplus neraca perdagangan mencapai US$104,67 juta—melonjak 93,33 persen dibanding Maret 2025. Artinya, ekspor Kaltara masih jauh lebih besar ketimbang impor, memperkuat posisi daerah sebagai wilayah dengan surplus perdagangan tinggi di Kalimantan.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks