Pencarian

Mantan VP Microsoft Peringatkan Raksasa Software Itu Kehilangan Momentum AI, Adopsi Copilot Cuma 3,3 Persen

Senin, 18 Mei 2026 • 04:42:01 WIB
Mantan VP Microsoft Peringatkan Raksasa Software Itu Kehilangan Momentum AI, Adopsi Copilot Cuma 3,3 Persen
Mantan VP Microsoft Mat Velloso menilai perusahaan kehilangan momentum dalam pengembangan AI.

KALIMANTAN UTARA — Redmond, Washington — Di balik gemerlap panggung peluncuran produk dan investasi infrastruktur raksasa, strategi kecerdasan buatan (AI) Microsoft disebut sedang mengalami krisis kepercayaan. Mat Velloso, mantan Vice President of Product untuk Developer Platform di Meta yang sebelumnya menghabiskan 12 tahun di Microsoft sebagai Partner Director AI untuk Windows dan juga pernah menjadi Technical Advisor untuk CEO Satya Nadella, memberikan penilaian yang blak-blakan.

Menurut laporan Windows Latest, Velloso menyatakan bahwa Microsoft telah "kehilangan gelombang AI" — sebuah pernyataan yang berat mengingat posisinya yang pernah duduk di lingkaran dalam pengambilan keputusan tertinggi perusahaan.

Angka Adopsi Copilot yang Jomplang

Data yang diungkap Velloso menunjukkan realitas yang kontras dengan klaim pemasaran Microsoft. Dari total 450 juta basis pengguna Microsoft 365, hanya sekitar 15 juta akun yang berlangganan Copilot berbayar. Angka ini setara dengan rasio adopsi berbayar sebesar 3,3 persen. Artinya, lebih dari 96 persen pengguna memilih untuk tidak menggunakan fitur AI premium yang sudah disematkan langsung ke taskbar Windows 11 dan seluruh suite Office.

“Kurang dari 3 persen pengguna berbayar yang secara aktif menggunakan Copilot,” ujar Velloso, mengutip data internal yang ia ketahui. Padahal, pengeluaran kuartalan Microsoft untuk AI diperkirakan mencapai 37,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 618 triliun).

Investasi NPU yang Mubazir

Kegagalan ini tidak hanya terjadi di sisi perangkat lunak. Velloso juga mengkritik dorongan agresif Microsoft kepada para produsen laptop (OEM) untuk menyematkan Neural Processing Unit (NPU) di perangkat terbaru mereka. NPU adalah chip khusus yang dirancang untuk mempercepat tugas AI langsung di perangkat tanpa harus mengandalkan cloud.

Namun, menurut Velloso, investasi besar OEM untuk menyematkan NPU tersebut menjadi sia-sia. “Tidak ada yang peduli karena tidak ada satu pun kasus penggunaan berharga yang dibangun untuk NPU itu di Windows atau Office,” tegasnya. Ini menjadi tamparan keras bagi ekosistem perangkat keras yang sudah rela mengubah desain laptop demi mengikuti arahan Microsoft.

GitHub Terganggu, Eksekutif Mulai Hengkang

Kegagalan juga terlihat di GitHub, platform pengembangan kode yang menjadi andalan Microsoft. Velloso menyebut keandalan layanan (SLA) GitHub turun di bawah 90 persen. Di saat yang sama, biaya pokok produksi (COGS) terus membengkak, membuat para pemegang saham mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit.

Tekanan internal ini diduga menjadi pemicu gelombang hengkangnya para eksekutif puncak. Baru-baru ini, Julia Liuson, kepala Divisi Developer (DevDiv) Microsoft yang telah mengabdi selama 34 tahun, mengundurkan diri. Velloso mengomentari kepergian Liuson dengan nada sinis: “Sepertinya Microsoft baru saja beralih dari tombol 'refresh' ke tombol 'factory reset'.” Ia juga mendaftarkan sederet nama besar lain yang telah keluar atau dipindahtugaskan dalam beberapa bulan terakhir.

Respons Lambat yang Berujung Perubahan Haluan

Velloso menambahkan bahwa perilaku Microsoft dalam beberapa bulan terakhir mengejutkan. Divisi Windows dan Xbox tiba-tiba mulai memprioritaskan masukan pengguna dan menerapkan fitur yang sudah lama diminta — setelah bertahun-tahun mengabaikannya. Ia mencontohkan upaya Bing sebagai aset AI terbesar Microsoft yang gagal merebut satu poin pun pangsa pasar mesin pencari dari Google.

“Mereka dipaksa untuk mulai mendengarkan pelanggan karena taruhan AI tidak berjalan semulus yang diantisipasi,” pungkas Velloso. Bagi pengguna Windows di Indonesia yang mungkin bertanya-tanya mengapa fitur Copilot terasa kurang greget atau hanya menjadi ikon di taskbar, data ini mungkin memberikan jawabannya: produknya belum siap, dan pasar belum tertarik.

Bagikan
Sumber: windowslatest.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks