KALIMANTAN UTARA — Vios generasi kedua ini menjadi salah satu sedan Jepang paling banyak dicari di pasar mobil bekas Indonesia. Banderolnya yang berada di bawah Rp100 juta membuatnya relevan bagi pembeli mobil harian pertama. Namun usia yang sudah lebih dari 15 tahun menuntut pengecekan ekstra sebelum transaksi.
Harga pasar Vios E 2009 sangat dipengaruhi kondisi fisik, jarak tempuh, status pajak, dan kelengkapan dokumen. Unit yang terawat dengan pajak aktif berada di rentang atas, sementara unit yang butuh peremajaan bisa jauh lebih murah.
Angka ini bersifat kisaran pasar dan bisa berbeda tergantung lokasi penjualan serta negosiasi.
Dapur pacu Vios E 2009 memakai kode 1NZ-FE, konfigurasi 4-silinder segaris DOHC 16 katup dengan teknologi VVT-i. Kapasitasnya 1.496 cc, menghasilkan tenaga sekitar 109 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 141 Nm di 4.200 rpm.
Transmisi yang tersedia untuk tipe E hanya manual 5-percepatan. Kombinasi mesin dan transmisi ini yang membuat Vios E dikenal efisien untuk pemakaian dalam kota maupun luar kota.
Panjang bodi sekitar 4.300 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.460 mm, dengan ground clearance 145 mm. Suspensi depan memakai MacPherson Strut, sedangkan belakang torsion beam. Setup ini tergolong standar untuk sedan kompak seangkatannya dan masih nyaman untuk jalan Indonesia yang bervariasi.
Sebagai varian di bawah G, tipe E punya kelengkapan lebih sederhana. AC masih manual, audio standar, dan beberapa fitur seperti fog lamp, kontrol audio di setir, serta rem belakang cakram hanya ada di tipe G.
Vios G tersedia dalam pilihan manual dan otomatis 4-percepatan Super ECT. Bagi yang butuh kemudahan berkendara di perkotaan, tipe G A/T jadi opsi paling praktis. Sementara tipe E cocok untuk pembeli yang mengutamakan harga murah dan tidak masalah dengan transmisi manual.
Honda City 2009 memakai mesin 1.5 liter i-VTEC dengan tenaga sekitar 120 PS, lebih besar dari Vios. Kabin City juga terasa lebih lega dan karakternya lebih bertenaga.
Vios E unggul di harga bekas yang lebih terjangkau dan reputasi mesin 1NZ-FE yang irit. Untuk pembeli yang mengutamakan biaya perawatan rendah dan pemakaian harian, Vios tetap pilihan rasional.
Suzuki Neo Baleno mengandalkan mesin 1.5 liter dengan tenaga sekitar 100 PS, berada di bawah Vios maupun City. Karakternya lebih sederhana, tapi sering jadi alternatif karena harga bekasnya juga kompetitif.
Jika prioritas adalah tenaga dan efisiensi bahan bakar, Vios E masih berada di atas Neo Baleno. Namun untuk pembeli yang mencari unit dengan usia lebih muda di harga sama, Baleno bisa jadi pertimbangan.
Karena usianya sudah lebih dari 15 tahun, beberapa komponen karet dan kaki-kaki biasanya sudah minta diganti. Cek kondisi bushing, karet engine mounting, dan kondisi kaki-kaki secara menyeluruh.
Pastikan juga status pajak masih aktif. Vios dengan pajak mati bisa menghemat harga beli, tapi biaya pengurusan dan risiko administrasi perlu dihitung ulang. Minta riwayat servis jika ada, dan lakukan test drive singkat untuk merasakan kondisi transmisi serta kopling.