TANA TIDUNG — Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pelajar mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Pendopo Djaparudin, Senin (1/6). Upacara ini menjadi momentum bagi Pemkab Tana Tidung untuk menegaskan kembali nilai-nilai dasar kebangsaan di tengah masyarakat perbatasan.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga fondasi bagi perdamaian dunia. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila relevan untuk menjawab tantangan global saat ini.
"Pancasila adalah panduan kita dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai-nilai ini juga bisa menjadi contoh bagi bangsa lain dalam menciptakan perdamaian," ujar Ibrahim Ali dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Tana Tidung tersebut mengajak seluruh warga untuk memperkuat semangat persatuan. Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Utara adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.
Ia juga mengingatkan bahwa persatuan menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Tanpa persatuan, berbagai program pembangunan yang telah direncanakan akan sulit terealisasi secara maksimal.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi momen refleksi bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tana Tidung. Ibrahim Ali berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi diimplementasikan dalam pelayanan publik sehari-hari.
Ia mencontohkan, sila kelima tentang keadilan sosial harus tercermin dalam program-program pemerintah yang berpihak pada masyarakat kecil. Pelayanan yang cepat, murah, dan tidak berbelit-belit merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila di era modern.