NUNUKAN — Api meludeskan satu unit bangunan rumah burung walet milik Ancu (30) di Jalan Dewi Sartika, RT 08, Kelurahan Nunukan Selatan, pada Senin (1/7). Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WITA dan baru bisa dipadamkan setelah satu jam kemudian.
Bangunan seluas 12×8 meter itu hangus terbakar beserta seluruh isinya. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat dari bagian atap yang terbuat dari kayu dan seng.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan api berasal dari korsleting listrik di lantai dua bangunan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Muhammad Yasin, mengatakan bahwa instalasi listrik di bangunan tersebut sudah cukup tua dan tidak terawat.
"Dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan tim di lapangan, kami menduga api dipicu oleh hubungan pendek arus listrik. Material bangunan yang sebagian besar dari kayu membuat api cepat membesar," ujar Yasin saat dikonfirmasi, Senin sore.
Kerugian dan Upaya Pemadaman
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta. Ancu, pemilik bangunan, mengaku baru saja menghabiskan biaya perawatan sarang walet senilai puluhan juta sepekan sebelumnya.
Pemadaman dilakukan oleh satu unit mobil pemadam dari Posko Nunukan Selatan dengan bantuan warga sekitar. Petugas sempat kesulitan menjangkau lokasi karena akses jalan yang sempit dan padat permukiman.
Fakta Singkat Kebakaran Rumah Walet di Nunukan
- Bangunan seluas 96 meter persegi milik Ancu (30) di Jalan Dewi Sartika, Nunukan Selatan.
- Api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua bangunan kayu.
- Kerugian material mencapai Rp 150 juta, tidak ada korban jiwa.
- Satu unit mobil pemadam dikerahkan, pemadaman berlangsung satu jam.
Pihak kepolisian dari Polsek Nunukan Selatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, warga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa.