Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Tekankan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Penulis: Jamal Nasution  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:10:08 WIB
Bupati Ibrahim Ali memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Pendopo Djaparudin, Tana Tidung.

TANA TIDUNG — Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pelajar mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Pendopo Djaparudin, Senin (1/6). Upacara ini menjadi momentum bagi Pemkab Tana Tidung untuk menegaskan kembali nilai-nilai dasar kebangsaan di tengah masyarakat perbatasan.

Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Global

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga fondasi bagi perdamaian dunia. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila relevan untuk menjawab tantangan global saat ini.

"Pancasila adalah panduan kita dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai-nilai ini juga bisa menjadi contoh bagi bangsa lain dalam menciptakan perdamaian," ujar Ibrahim Ali dalam sambutannya.

Ajakan Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Tana Tidung tersebut mengajak seluruh warga untuk memperkuat semangat persatuan. Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Utara adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.

Ia juga mengingatkan bahwa persatuan menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Tanpa persatuan, berbagai program pembangunan yang telah direncanakan akan sulit terealisasi secara maksimal.

Fakta Singkat Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tana Tidung:

  • Upacara digelar di Pendopo Djaparudin, pusat pemerintahan Kabupaten Tana Tidung.
  • Peserta upacara terdiri dari ASN, TNI, Polri, dan pelajar setempat.
  • Bupati Ibrahim Ali bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat.

Momentum Refleksi bagi Aparatur dan Masyarakat

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi momen refleksi bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tana Tidung. Ibrahim Ali berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi diimplementasikan dalam pelayanan publik sehari-hari.

Ia mencontohkan, sila kelima tentang keadilan sosial harus tercermin dalam program-program pemerintah yang berpihak pada masyarakat kecil. Pelayanan yang cepat, murah, dan tidak berbelit-belit merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila di era modern.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: radartarakan.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top