KALIMANTAN UTARA — Tekanan makroekonomi global sepanjang awal 2026 tak menghalangi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk tetap mencatatkan pertumbuhan. Dalam laporan keuangan kuartal I-2026 yang dirilis pekan lalu, emiten berkode saham TLKM ini mengumumkan kinerja progresif di beberapa segmen bisnis, terutama yang berbasis digital.
Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada segmen digital dan layanan data. Kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan perusahaan terus meningkat, seiring dengan migrasi pelanggan dari layanan lama (legacy) ke layanan berbasis digital seperti fixed broadband dan solusi enterprise.
Manajemen Telkom menyebutkan bahwa strategi untuk memperkuat infrastruktur digital, termasuk jaringan fiber optik dan pusat data, mulai membuahkan hasil. “Kami fokus pada eksekusi transformasi yang disiplin,” ujar Direktur Utama Telkom dalam keterangan resmi, Kamis (24/4).
Di sisi lain, perusahaan juga menerapkan efisiensi operasional secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya energi yang masih membayangi.
Disiplin belanja modal (capex) dan optimalisasi biaya operasional (opex) menjadi fokus utama. Pendekatan ini memungkinkan Telkom menjaga margin keuntungan, meskipun tekanan dari sisi pendapatan masih ada di beberapa lini bisnis tradisional.
Bagi pelanggan ritel, pertumbuhan di segmen digital berarti perluasan akses internet berkecepatan tinggi. Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel, terus menggencarkan pembangunan infrastruktur 5G dan fiber to the home (FTTH) di kota-kota menengah.
Dari sisi investor, kinerja solid di awal tahun ini menjadi sinyal positif. Analis menilai kemampuan Telkom menjaga pertumbuhan di tengah tekanan eksternal menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat. Rencana investasi untuk pusat data (data center) baru dan layanan komputasi awan (cloud) pun diyakini akan menjadi mesin pertumbuhan berikutnya.
Dengan pencapaian di kuartal I-2026, Telkom optimistis dapat mencapai target kinerja tahunan. Perusahaan berkomitmen untuk terus menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis digital baru dan optimalisasi bisnis inti yang sudah ada.