Pemprov Kaltara Kawal Pengeboran Migas di Mangkupadi dan Maratua

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 22:33:01 WIB
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menerima audiensi manajemen PHI terkait rencana eksplorasi migas.

TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi membuka pintu investasi bagi rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) yang akan dilakukan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Zona 10. Kepastian ini muncul setelah jajaran manajemen PHI melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, di Kantor Gubernur pada Kamis (07/05/2026).

Eksplorasi tersebut bakal difokuskan pada sejumlah titik potensial, termasuk wilayah Mangkupadi dan Blok Maratua yang dikelola oleh PHE Lepas Pantai Bunyu. Proyek ini dipandang sebagai peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan roda ekonomi di wilayah utara Kalimantan.

Fokus Eksplorasi: PHI Sasar Wilayah Mangkupadi dan Blok Maratua

General Manager PHI Regional 3 Zona 10, Darmapala, menjelaskan bahwa agenda utama perusahaan tahun ini adalah mengoptimalkan pengeboran eksplorasi di Wilayah Kerja Maratua. Pertemuan di Tanjung Selor tersebut juga menjadi momentum bagi PHI untuk memperkenalkan jajaran manajemen baru serta memaparkan rencana operasional jangka panjang di Zona 10.

“Kami hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana kegiatan utama Zona 10 untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Darmapala dalam pertemuan tersebut.

Guna memastikan teknis operasional berjalan tanpa hambatan, PHI mengharapkan dukungan pemerintah daerah terkait mobilisasi rig dan peralatan berat. Perusahaan juga membutuhkan akurasi data infrastruktur lokal untuk memitigasi kendala teknis sejak tahap awal pengerjaan proyek di lapangan.

Dorong Infrastruktur: Akses Jalan Kawasan Tanah Kuning Jadi Prioritas

Gubernur Zainal A. Paliwang menyambut positif rencana investasi ini, namun ia juga menitipkan catatan penting terkait pembangunan infrastruktur penunjang. Pemprov Kaltara mendorong PHI untuk berkontribusi nyata melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya dalam peningkatan akses jalan menuju kawasan industri Tanah Kuning.

Menurut Zainal, konektivitas jalan yang mumpuni akan memberikan dampak berganda bagi percepatan aktivitas ekonomi di kawasan industri tersebut. "Kami tentu menyambut baik rencana ini. Pemerintah provinsi siap mendukung seluruh proses yang berkaitan dengan kelancaran kegiatan, terutama dari sisi administrasi," tegas Gubernur Zainal.

Bagaimana Keterlibatan Daerah dalam Distribusi Energi Lokal?

Selain fokus pada hulu migas, Pemprov Kaltara juga melirik peluang kerja sama di sektor hilir. Gubernur berharap PHI dapat membantu percepatan penyediaan layanan energi bagi masyarakat lokal melalui pembangunan Pertashop. Program ini diupayakan dapat melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar manfaat ekonomi investasi migas terasa langsung oleh entitas daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor migas ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Utara. Kolaborasi tersebut mencakup aspek keamanan operasional, kemudahan birokrasi, hingga pelibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal dalam ekosistem industri migas di masa depan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: juwata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top