NUNUKAN — Sebanyak 135 jemaah haji reguler asal Kabupaten Nunukan resmi diberangkatkan menuju Tarakan melalui Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung Nunukan, Senin (4/5/2026). Prosesi pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan ibadah haji bagi warga di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Nunukan, Muh. Amin, SH, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian keberangkatan telah dipersiapkan secara matang. Langkah ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tim kesehatan untuk menjamin kenyamanan jemaah.
“Pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini melibatkan berbagai unsur agar seluruh proses berjalan aman, tertib, dan lancar, mulai dari keberangkatan di Nunukan hingga menuju embarkasi berikutnya,” ujar Amin saat memberikan keterangan di pelabuhan.
Panitia mengerahkan dua armada speedboat untuk mengangkut rombongan, yakni SB Polay dan SB Sinar Baru. Pembagian jemaah dilakukan secara terukur guna menjaga kapasitas dan faktor keselamatan selama perjalanan laut menuju Kota Tarakan.
Armada SB Polay mengangkut 68 jemaah yang terdiri dari 26 laki-laki dan 42 perempuan. Sementara itu, SB Sinar Baru membawa 67 jemaah dengan rincian 22 laki-laki dan 45 perempuan. Setibanya di Tarakan, rombongan dijadwalkan langsung bergerak menuju Bandar Udara Juwata.
Para jemaah akan melanjutkan perjalanan udara menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan maskapai Super Air Jet. Pesawat dijadwalkan tinggal landas sekitar pukul 13.30 WITA. Dari Balikpapan, jemaah akan mengikuti tahapan selanjutnya sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pihak penyelenggara memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik para jemaah. Mengingat porsi jemaah lanjut usia yang cukup signifikan, tim medis melakukan pengawasan ketat sejak titik keberangkatan awal di Nunukan.
“Pemeriksaan kesehatan berkala dan pengawasan barang bawaan jemaah menjadi fokus penting untuk mengantisipasi kendala selama perjalanan maupun saat pelaksanaan ibadah haji,” jelas Amin.
Selain faktor kesehatan, PPIH mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga dokumen penting seperti paspor dan kartu kesehatan. Panitia juga menekankan pentingnya pengawasan mandiri terhadap barang bawaan agar tidak tertukar atau tertinggal selama proses transit dari moda transportasi laut ke udara.
Langkah antisipasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan ibadah haji berjalan lancar hingga jemaah kembali ke tanah air. Sinergi antara petugas dan kedisiplinan jemaah menjadi kunci utama dalam pelaksanaan haji tahun ini.