TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan rencana pembangunan jaringan kereta api di wilayahnya tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBN. Proyek strategis ini dipastikan berjalan melalui skema investasi murni dari pihak swasta.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan kepastian tersebut usai menghadiri Pra Musrenbangnas pada Sabtu (2/5/2026). Langkah ini mengikuti arahan pemerintah pusat agar pengembangan moda transportasi massal di luar Pulau Jawa mengoptimalkan pendanaan non-pemerintah.
Meski pendanaan sepenuhnya berasal dari investor, operasional dan teknis pelaksanaan tetap berada di bawah koordinasi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pembangunan akan dilakukan secara bertahap atau per segmen di beberapa titik prioritas setelah kegiatan Musrenbangnas selesai pada 7 Mei mendatang.
"Sesuai arahan Pemerintah Pusat, dalam Pra Musrenbangnas beberapa waktu lalu, untuk pembangunan kereta api murni dengan anggaran swasta. Investasi swasta," ujar Bertius.
Bertius menambahkan bahwa pembangunan rel kereta api dianggap lebih efisien dari segi waktu dibandingkan pembangunan jalan raya konvensional. Kehadiran moda transportasi ini ditargetkan mampu menekan biaya distribusi barang sehingga harga kebutuhan pokok di Kaltara menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Saat ini, salah satu investor yang telah menyatakan minat serius adalah PT Indonesia Transit Synergy (Intra). Perusahaan tersebut telah melakukan pemaparan rencana kerja serta studi kelayakan di hadapan jajaran eksekutif dan legislatif Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, mengonfirmasi telah menerima audiensi dari manajemen PT Intra. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut demi mempercepat pemerataan infrastruktur di provinsi termuda di Kalimantan ini, mengingat transportasi sungai masih menjadi urat nadi utama.
"Insya Allah untuk investor kereta api akan masuk di Kaltara. Saya bersama Ketua DPRD Kaltara dan pejabat lainnya beberapa waktu lalu menerima audiensi PT Intra yang berminat berinvestasi di Kaltara," ujar Zainal A. Paliwang.
Pembangunan jalur kereta api ini tidak hanya bertujuan menghubungkan kota-kota di dalam Kaltara. Pemerintah daerah memproyeksikan jaringan ini akan terintegrasi langsung dengan jalur kereta api di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Visi jangka panjang dari proyek ini adalah terciptanya konektivitas lintas negara yang menghubungkan seluruh daratan Kalimantan. Zainal berharap rel kereta tersebut nantinya bisa menjangkau wilayah Malaysia hingga Brunei Darussalam untuk memperkuat ekonomi kawasan perbatasan.
Pemerintah Provinsi Kaltara kini tengah menunggu proses administrasi lanjutan pasca-Musrenbangnas. Dukungan dari DPRD Kaltara juga telah dikantongi untuk mempermudah proses perizinan dan investasi bagi pihak swasta yang akan memulai konstruksi fisik di lapangan.