TANA TIDUNG — Kasat Reskrim Polres Tana Tidung Iptu Martin Samuel Sibarani menyatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum kedua korban ditemukan. Danil dan Sulfahmi merupakan pekerja asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Berpamitan Isi BBM, Tak Kembali ke Mess
Pada Jumat (30/10/2026) malam, kedua korban berpamitan kepada rekan kerjanya untuk mengisi bahan bakar minyak ekskavator. Hingga Sabtu dini hari, keduanya tidak kunjung kembali ke mess perusahaan.
Sekitar pukul 04.00 Wita, salah satu rekan korban terbangun dan tidak menemukan kedua korban di dalam kamar mess. Saksi kemudian membangunkan rekan lain untuk menanyakan keberadaan korban.
"Sekitar pukul 04.00 Wita, salah satu rekan korban terbangun dan tidak menemukan kedua korban di dalam kamar mess. Kemudian saksi membangunkan rekannya yang lain untuk menanyakan keberadaan korban," kata Iptu Martin Samuel Sibarani, Minggu (1/11/2026).
Ekskavator Ditemukan Tenggelam, Hanya Bagian Depan Terlihat
Merasa curiga, saksi bersama sejumlah rekan kerja mendatangi lokasi tempat kedua korban melakukan pengisian BBM ekskavator. Sekitar pukul 04.30 Wita, mereka tiba di lokasi dan mendapati alat berat tersebut dalam kondisi tenggelam.
Hanya sebagian bagian depan ekskavator yang terlihat di permukaan air. Melihat kondisi itu, saksi menduga kedua korban berada di dalam alat berat tersebut.
Para saksi lantas kembali ke mess untuk memberitahukan kejadian itu kepada karyawan lainnya sekaligus meminta bantuan proses evakuasi.
Evakuasi Dimulai Pukul 07.00 Wita
Sekitar pukul 07.00 Wita, sejumlah karyawan mulai melakukan evakuasi dengan cara menguras air di sekitar ekskavator. Proses pengurasan dilakukan untuk membuka akses ke kabin tempat kedua korban berada.
Danil Wahyu (22) dan Sulfahmi (27) akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam kabin alat berat tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Jenazah keduanya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulangan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Polres Tana Tidung Dalami Penyebab Peristiwa
Polres Tana Tidung tengah menyelidiki kasus tewasnya dua operator ekskavator di areal PT Teknik Utama Mandiri (TUM) Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Penyidikan mencakup kondisi medan galian dan prosedur keselamatan kerja di lokasi.
Hingga keterangan disampaikan pada Minggu (1/11/2026), kepolisian belum merinci hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi maupun karyawan yang terlibat dalam proses evakuasi.