NUNUKAN — Kabar kepergian Rico Ardiansyah menyebar cepat melalui media sosial di Kalimantan Utara. Sejumlah lembaga, instansi, hingga organisasi di Kaltara menyampaikan ucapan berbelasungkawa. Rico dikenal sebagai sosok yang meniti karier organisasi sejak masa kuliah.
Alumni FKIP Universitas Borneo Tarakan
Rico Ardiansyah menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Latar belakang pendidikan itu menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin KPU Nunukan.
Di jenjang organisasi, Rico pernah menjabat Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Tarakan periode 2016–2017. Posisi itu membuat namanya cukup dikenal di kalangan aktivis mahasiswa Kaltara.
Kepergian Rico Jadi Duka IKA PMII Kaltara
Kabar wafatnya Rico menjadi duka mendalam bagi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Kaltara. Doa dan ungkapan belasungkawa yang disampaikan menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
Ucapan duka juga mengalir dari berbagai lembaga dan instansi di Kalimantan Utara. Sejumlah pihak mengenang jejak pengabdian Rico, baik di dunia penyelenggara pemilu maupun di organisasi kemahasiswaan.
Doa untuk Almarhum dan Keluarga
Keluarga besar IKA PMII Kaltara mendoakan agar almarhum Rico Ardiansyah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mereka juga memohon agar segala dosa almarhum diampuni dan seluruh amal ibadahnya diterima.
Doa turut dipanjatkan untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi kehilangan ini. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," demikian seruan duka yang disampaikan kalangan organisasi di Kaltara.