TANJUNG SELOR — Dalam peringatan HUT ke-14 Provinsi Kalimantan Utara, M. Nasir menyoroti pentingnya memastikan manfaat pembangunan tidak berhenti di pusat-pusat pertumbuhan. Menurutnya, kemajuan yang sudah dirasakan harus menjangkau desa, pedalaman, wilayah terpencil, dan kawasan perbatasan.
"Empat belas tahun adalah usia yang masih muda bagi sebuah provinsi. Tetapi kita patut bersyukur karena perkembangan Kaltara cukup pesat. Banyak kemajuan yang sudah kita rasakan dan banyak prestasi yang telah dicapai. Tentu semua ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha dan seluruh masyarakat Kaltara," kata Nasir.
Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen pada Triwulan II 2026
Data BPS menunjukkan perekonomian Kalimantan Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen secara tahunan. Secara kumulatif, ekonomi Kaltara pada semester I 2026 tumbuh 5,09 persen dibandingkan semester I 2025.
Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 telah mencapai Rp42,47 triliun. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan tersebut ditopang industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian, kehutanan dan perikanan.
Industri pengolahan mendapat tambahan kekuatan dari produksi kayu dan industri kertas, serta munculnya aluminium sebagai komoditas baru Kaltara. BI memprakirakan ekonomi Kaltara sepanjang 2026 tumbuh pada kisaran 6,2–6,7 persen.
"Kita tentu mengapresiasi tumbuhnya industri pengolahan dan masuknya investasi besar ke Kaltara. Ini membuka babak baru bagi perekonomian daerah. Harapan kita, proses ini terus diperkuat sehingga sumber daya yang kita miliki semakin banyak diolah di Kaltara, menciptakan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Surplus Perdagangan Semester I 2026 Lampaui Sepanjang 2025
BPS mencatat nilai ekspor melalui Kalimantan Utara sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai US$831,34 juta, meningkat 22,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, Kaltara mencatat surplus perdagangan US$637,22 juta.
Angka itu bahkan telah melampaui surplus sepanjang tahun 2025 yang sebesar US$490,85 juta. Surplus perdagangan kembali mencapai US$318,49 juta pada Agustus 2026.
"Ini perkembangan yang positif. Berikutnya kita ingin komoditas yang keluar dari Kaltara semakin banyak dalam bentuk produk yang sudah diolah. Semakin besar nilai tambah yang kita pertahankan di daerah, semakin besar pula manfaat yang dapat dinikmati tenaga kerja, UMKM dan dunia usaha lokal," kata Nasir.
Kemiskinan Turun, Pengangguran Terjaga di 3,90 Persen
Persentase penduduk miskin Kaltara pada Maret 2026 turun menjadi 5,18 persen, atau sekitar 40,54 ribu jiwa. Angka tersebut turun 0,29 poin persentase dibandingkan September 2025, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 1.910 orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 3,90 persen. Sebanyak 375,49 ribu penduduk tercatat bekerja, dengan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menyerap tenaga kerja terbesar sebesar 35,66 persen.
Pada Mei 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menerima Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Regional Kalimantan dari Menteri Dalam Negeri.
"Penghargaan tentu patut kita syukuri. Yang paling penting adalah bagaimana keberhasilan menekan pengangguran terus dilanjutkan dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan pendapatan masyarakat. Masuknya industri baru harus kita sambut dengan menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan dan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri," ujarnya.
WTP ke-12 Beruntun, Tata Kelola Keuangan Daerah Diperkuat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut menjadi penanda pengelolaan keuangan daerah yang terus diperkuat.
Bagi Nasir, deretan capaian itu menjadi pijakan untuk mempercepat pembangunan berikutnya. Pemerataan hingga kawasan perbatasan, penguatan hilirisasi, dan penyiapan tenaga kerja lokal disebutnya sebagai tiga pekerjaan rumah yang harus terus dijalankan.