KALIMANTAN UTARA — Bali United FC menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Garudayaksa FC pada laga pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10) sore. Pertemuan ini menjadi yang perdana bagi Serdadu Tridatu melawan juara Championship musim lalu di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mengaku tim pelatih sudah menganalisis permainan calon lawan. Garudayaksa dinilai sebagai tim bagus dengan komposisi pemain yang mumpuni.
Bali United datang dengan modal tiga kemenangan kandang beruntun pada awal musim ini. Serdadu Tridatu mengoleksi 9 poin dari hasil mengalahkan PSS Sleman, Isenmulang Kalteng FC, dan Persijap Jepara, semuanya di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Garudayaksa Baru Satu Kali Menang di Lima Pekan
Rekor Garudayaksa sejauh ini belum meyakinkan. Spirit of Garuda baru mengemas satu kemenangan saat berjumpa Arema FC, lalu menelan dua kekalahan dari Persik Kediri dan Persita Tangerang, serta dua hasil imbang dengan Persebaya dan Java United.
Meski begitu, Johnny Jansen menolak memandang remeh. Ia menyebut Garudayaksa punya rencana permainan yang baik dan komposisi pemain yang bagus.
"Mereka memiliki rencana yang baik dan memiliki komposisi pemain yang bagus. Tapi kami juga sudah menyiapkan rencana dan ingin tampil lebih baik untuk terus berkembang dalam kompetisi kali ini. Saya harap kami bisa menjalani semuanya dengan baik dan meraih hasil positif," ucap Coach Johnny, Selasa (20/10/2026).
Thomas Lam dan Tim Receveur Kembali, Dua Pemain Muda Masih Terhukum
Bali United mendapat kabar baik jelang laga ini. Dua pemain asing mereka, Thomas Lam dan Tim Receveur, kembali tersedia setelah absen akibat kartu merah di laga sebelumnya.
Namun dua pemain muda, Kadek Arel dan Rahmat Arjuna, masih menjalani hukuman karena kartu merah yang mereka peroleh pada pertandingan pekan lalu. Kadek Arel diganjar kartu merah langsung saat Bali United bertandang ke markas Java United FC (16/10).
Johnny Jansen menyoroti disiplin pemainnya yang kerap langganan kartu merah. Empat dari lima pertandingan yang dilakoni Serdadu Tridatu diwarnai kartu merah dari wasit.
"Soal kartu merah tentu situasi yang tidak bagus buat kami yang membuat kehilangan pemain penting. Dua dari empat pemain itu melakukan tindakan yang kurang pantas. Saya sudah bicara dengan Arjuna dan Thomas bagaimana sikap atau tindakan harus dijaga saat pertandingan dan tidak melakukan secara berlebihan," jelas Coach Johnny, Selasa (20/10).
Rekor Kartu Merah Bali United di Lima Pekan Awal
- Borneo FC vs Bali United (20/9): dua kartu merah untuk Rahmat Arjuna dan Tim Receveur
- Bali United vs Persijap Jepara (10/10): kartu merah Thomas Lam dari akumulasi dua kartu kuning
- Java United FC vs Bali United (16/10): kartu merah langsung untuk Kadek Arel di penghujung laga
Laga kontra Garudayaksa menjadi momentum bagi Bali United untuk meraih kemenangan kandang keempat sekaligus menjaga tren positif di awal musim. Antisipasi permainan lawan menjadi catatan serius bagi tim pelatih pada pekan ini.