Pencarian

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022

Kamis, 15 Oktober 2026 • 12:55:31 WIB
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022
Netflix memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya.

KALIMANTAN UTARA — Netflix memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya, pemangkasan terbesar sejak 2022. PHK menyasar tim produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia, di tengah tekanan persaingan memperebutkan penonton dengan YouTube dan TikTok.

Dua CEO Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos, menyampaikan keputusan itu melalui surel kepada karyawan pada Rabu. Perusahaan memiliki sekitar 16 ribu karyawan pada akhir tahun lalu, menurut data yang dikutip Reuters.

Dalam memo internal, keduanya menyatakan misi menghibur dunia menuntut disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan tenaga kerja dan sumber daya. Mereka juga menegaskan bisnis perusahaan tetap kuat dan tumbuh.

"Bisnis kami kuat dan terus tumbuh, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kinerja setahun penuh," kata Peters dan Sarandos dalam memo tersebut.

Empat Divisi yang Paling Terdampak

PHK kali ini menyasar sejumlah fungsi inti operasional Netflix. Berdasarkan surel internal, tim yang paling terpukul meliputi:

  • Tim produk, yang menangani pengembangan fitur dan pengalaman pengguna platform
  • Tim teknologi, termasuk infrastruktur dan rekayasa sistem streaming
  • Tim hukum, yang mengurus kontrak konten dan kepatuhan lintas negara
  • Tim sumber daya manusia, bagian yang biasanya justru menangani proses PHK itu sendiri

Bayang-Bayang PHK 2022

Gelombang pemangkasan terakhir Netflix terjadi pada 2022. Saat itu perusahaan memangkas sekitar 450 pekerjaan dalam dua tahap, setelah kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Jumlah PHK kini lebih dari dua kali lipat pemangkasan 2022. Meski demikian, skala 1.000 karyawan setara 6 persen dari total tenaga kerja Netflix pada akhir tahun lalu.

Tekanan dari YouTube dan TikTok

Kemampuan Netflix mempertahankan pertumbuhan mulai diragukan pasar pada tahun ini. Perhatian utama investor tertuju pada tingkat keterlibatan pengguna, yakni lamanya waktu yang dihabiskan untuk menonton.

Platform seperti YouTube dan TikTok menarik penonton lewat konten buatan pengguna yang bisa ditonton gratis. Model itu memberi keduanya keunggulan biaya dibandingkan layanan berlangganan Netflix.

Upaya Netflix mengakuisisi aset layanan streaming dan studio milik Warner Bros Discovery pada awal tahun ini gagal. Kegagalan itu memperkuat keraguan terhadap strategi perusahaan.

Respons Pasar dan Pandangan Analis

Saham Netflix yang telah turun sekitar 25 persen sepanjang tahun ini berhasil bangkit 0,7 persen kemarin. Pergerakan itu menunjukkan pasar belum sepenuhnya menghukum langkah efisiensi perusahaan.

Analis senior eMarketer Ross Benes menilai Netflix belum menemukan sumber pendapatan besar di luar berlangganan. Menurut dia, lini bisnis utama perusahaan mulai mendekati batas pertumbuhannya.

"Pada akhirnya, karena bisnis itu mulai mendekati batas pertumbuhannya, mereka membutuhkan sumber pendapatan lain untuk melakukan diversifikasi. Di situlah mereka menghadapi lebih banyak kesulitan," ujarnya.

Netflix tengah memperluas bisnis di luar model berlangganan lewat paket beriklan, program siaran langsung, dan gim. Ketiga lini itu menjadi taruhan perusahaan untuk mendiversifikasi pendapatan.

Bagi investor, pertanyaan utamanya bukan lagi soal jumlah pelanggan, melainkan seberapa cepat lini pendapatan baru bisa menutup perlambatan bisnis berlangganan yang selama ini jadi motor utama Netflix.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks