Pencarian

BMKG Catat Nol Titik Panas di 5 Kabupaten/Kota Kalimantan Utara Sepanjang 4 Oktober 2026

Selasa, 06 Oktober 2026 • 08:32:01 WIB
BMKG Catat Nol Titik Panas di 5 Kabupaten/Kota Kalimantan Utara Sepanjang 4 Oktober 2026
BMKG mencatat nol titik panas di lima kabupaten/kota Kalimantan Utara pada 4 Oktober 2026.

TARAKAN — Hasil pemantauan BMKG menunjukkan tidak ada satu pun titik panas yang terdeteksi di lima wilayah administratif Kalimantan Utara. Kota Tarakan menjadi salah satu daerah yang tercatat bersih dari hotspot, dengan total 0 titik untuk semua kategori tingkat kepercayaan.

Kabupaten Bulungan mencatat hasil serupa. Tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, sedang, ataupun tinggi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Tarakan itu.

Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung Juga Nihil Hotspot

Pemantauan di Kabupaten Nunukan turut menunjukkan angka nol untuk seluruh kategori tingkat kepercayaan. Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung melengkapi daftar wilayah yang nihil titik panas pada periode yang sama.

Dengan demikian, akumulasi titik panas di tingkat provinsi tercatat 0 titik. Data ini mencakup keseluruhan wilayah Kalimantan Utara tanpa kecuali.

Sensor VIIRS dan MODIS di Empat Satelit Jadi Alat Deteksi

BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit untuk mendeteksi titik panas. Satelit yang dimaksud antara lain NOAA-20, Suomi NPP, Terra, dan Aqua.

Sensor tersebut memberikan gambaran lokasi yang mengalami kebakaran hutan atau memiliki suhu lebih panas dibandingkan wilayah sekitarnya. Observasi dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.

Mengapa Titik Panas Bisa Tidak Terdeteksi Meski Ada Indikasi

BMKG menjelaskan bahwa wilayah yang tertutup awan atau berada pada zona kosong (blank zone) dapat menyebabkan titik panas tidak terdeteksi. Kondisi ini menjadi catatan penting dalam membaca hasil pemantauan harian.

Pemantauan titik panas sendiri digunakan sebagai gambaran awal indikasi wilayah yang mengalami suhu panas dan berpotensi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi di Kalimantan Utara pada 4 Oktober 2026 menunjukkan tidak adanya titik panas yang terdeteksi.

Data ini menjadi acuan awal bagi pemerintah daerah dan instansi terkait di Kalimantan Utara dalam memantau potensi karhutla. Pemantauan serupa akan terus dilakukan BMKG secara berkala untuk memperbarui kondisi titik panas di wilayah tersebut.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks