TARAKAN — Pembongkaran rumah milik Christina Bueharin (45) menandai dimulainya pembangunan ulang hunian tersebut oleh Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0907/Tarakan. Christina telah menempati rumah di RT 20 Kelurahan Pamusian itu sejak 2009 bersama anak-anaknya, meski bangunannya kian melapuk dan tidak layak huni.
Tanah yang ia tinggali sudah dibeli dan bersertifikat atas namanya sendiri. Namun penghasilan sebagai buruh cuci dan setrika panggilan tidak menentu, berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 per panggilan, sehingga biaya perbaikan selalu kalah oleh kebutuhan hidup harian.
Rumah Bocor Setiap Hujan, Babinsa Turun Tangan
Christina menceritakan bahwa setiap kali hujan turun, air selalu tempias dan bocor di banyak titik rumahnya. Personel Babinsa sampai ikut membantu mengangkut barang-barang agar tidak basah terkena rembesan air.
“Setiap kali hujan turun, rumah selalu tempias dan bocor di mana-mana. Babinsa sampai ikut bantu mengangkut barang-barang agar tidak basah,” kenang Christina di lokasi pembangunan, Kamis (15/10/2026).
Niat mencicil bahan bangunan sedikit demi sedikit sebenarnya pernah muncul. Akan tetapi, kebutuhan hidup dan biaya pengobatan anak saat sakit selalu lebih mendesak untuk didahulukan.
Perjuangan Sendiri Setelah Berpisah dari Suami
Setelah berpisah dengan suaminya, Christina membesarkan anak-anaknya seorang diri. Anak perempuannya yang berusia 26 tahun kini bekerja sebagai petugas cleaning service di Kantor Walikota Tarakan, ikut menopang ekonomi keluarga kecil itu.
Christina mengaku tidak pernah membayangkan rumah impiannya yang bebas dari tempias hujan akan diwujudkan oleh jajaran TNI. Rasa syukur itu ia sampaikan langsung saat menyaksikan rumahnya dibongkar untuk dibangun kembali.
“Puji Tuhan, saya sangat terharu dan bersyukur. Terima kasih banyak kepada Kodim 0907/Tarakan dan semua jajaran. Saya tidak menyangka rumah saya mendapatkan bantuan bedah rumah ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Menumpang di Rumah Adik Selama Pembangunan
Sembari menunggu proses pembangunan rampung dikerjakan Satgas TMMD, Christina dan anaknya menumpang sementara di rumah adiknya yang berdekatan. Program Tentara Manunggal Membangun Desa dinilai menjadi jawaban atas doa dan harapan panjang keluarganya.
Kehadiran para prajurit yang bergotong royong membongkar dan membangun ulang rumahnya disebut Christina memberi dorongan semangat baru. Ia berharap kelak bisa tidur tenang tanpa lagi khawatir saat hujan turun pada malam hari.
“Mudah-mudahan Bapak-bapak TNI dan seluruh jajaran Kodim diberikan rezeki yang berlimpah. Nanti kalau rumah ini sudah selesai, kami bisa tidur tenang kalau malam, tidak takut lagi kalau ada hujan,” tuturnya penuh haru.
Melalui bedah rumah dalam TMMD Ke-130, Kodim 0907/Tarakan menegaskan komitmennya hadir di tengah kesulitan rakyat dan menyediakan solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Tarakan.