Pencarian

Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Data Center Yandex, Trafik Bot Rusia Anjlok

Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:06:31 WIB
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Data Center Yandex, Trafik Bot Rusia Anjlok
Pusat data Yandex di Rusia tengah dilaporkan lumpuh akibat dua serangan drone Ukraina.

KALIMANTAN UTARA — Dua serangan drone Ukraina melumpuhkan pusat data Yandex di Rusia tengah, membuat trafik bot dari negara itu merosot tajam. Data Center Yandex di Sasovo dan fasilitas 354 kilometer di sebelah baratnya terkena dampak pada 8 dan 10 Oktober 2026, memaksa layanan cloud berjalan dengan fungsi terbatas.

Yandex, mesin pencari domestik Rusia yang selama ini jadi pesaing Google di pasar lokal, mencatat penurunan trafik hingga 0,4 persen dari puncak dua pekan sebelumnya. Angka itu muncul setelah Status Board Yandex menunjukkan Cloud Zones di Rusia tengah tidak tersedia dan platform beroperasi dalam mode "limited functionality" dengan sebagian besar layanan mati.

Serangan pertama menghantam fasilitas di Sasovo, lalu disusul serangan kedua pada 10 Oktober 2026 ke pusat data yang berjarak sekitar 354 kilometer ke arah barat. Dua lokasi itu jadi tulang punggung layanan cloud dan pencarian Yandex untuk wilayah Rusia tengah.

Apa Itu Trafik Bot yang Dimaksud

Istilah "bot traffic" di sini perlu diluruskan. Publik sering mengasosiasikannya dengan akun palsu media sosial yang menyebarkan propaganda Kremlin.

Dalam kasus Yandex, trafik bot yang hilang lebih merujuk pada program otomatis yang merayapi halaman, mengindeks hasil pencarian, dan mengumpulkan data untuk platform AI. Ketika pusat data tumbang, aktivitas perayapan itu ikut berhenti.

Cloud Yandex Jadi Korban Paling Parah

Dampak ke layanan cloud Yandex disebut paling signifikan. Status Board resmi perusahaan menampilkan status tidak tersedia untuk zona cloud Rusia tengah, sementara layanan lain berjalan terbatas.

Serangan ini disebut bersifat balasan. Rusia lebih dulu menyerang pusat data Ukraina pada akhir September dengan alasan fasilitas tersebut dipakai intelijen militer Ukraina.

Salah satu serangan ke gedung di kawasan bisnis Kyiv menewaskan empat orang dan memutus koneksi internet 100.000 rumah tangga di wilayah Kyiv. Eskalasi ini jadi babak terbaru perang yang berlangsung sejak invasi Rusia 2022.

Pusat Data Kini Jadi Sasaran Militer

Seiring kemampuan intelijen dan perang yang makin digital, pusat data naik kelas menjadi target strategis. Presedennya sudah muncul di Timur Tengah.

Saat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meletus, sejumlah pusat data AWS di Bahrain dan Uni Emirat Arab dihantam misil hingga banyak layanan di kawasan itu tumbang. Media Iran menyebut serangan itu sengaja dilakukan untuk mengidentifikasi peran pusat data dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen lawan.

Palantir bahkan mulai mengerahkan kontainer berisi akselerator AI Nvidia B300 ke zona perang. Perangkat itu dirancang bisa dipasang cepat, memproses informasi tanpa koneksi ke cloud publik, dan diisolasi penuh dari jaringan eksternal bila diperlukan.

Pelajaran soal Redundansi Infrastruktur

Kerentanan pusat data terhadap amunisi udara memicu diskusi soal perlunya redundansi dan desentralisasi. Sejumlah pakar menilai Amerika Serikat perlu mulai membangun infrastruktur cadangan untuk koordinasi logistik, pengumpulan intelijen, dan komunikasi.

Bagi pengguna internet di Rusia, imbasnya terasa langsung: layanan pencarian dan cloud Yandex yang jadi andalan sehari-hari belum pulih sepenuhnya. Pemulihan bergantung pada seberapa cepat perusahaan memperbaiki fasilitas yang rusak dan mengalihkan beban ke zona lain.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks