NUNUKAN — Lapas Kelas IIB Nunukan mengirimkan warga binaannya ke panggung Paras Fest 2026. Kostum nusantara yang colorful dan gerakan kompak menjadi penanda penampilan mereka di lomba Tari Kreasi Nusantara.
Penonton yang hadir di acara HUT Kabupaten Nunukan ke-27 menyaksikan sesuatu yang jarang. Tepuk tangan pecah bukan untuk penari profesional, melainkan untuk warga binaan yang tampil penuh percaya diri. Gerakan mereka ekspresif dan menyampaikan cerita tentang keberagaman Indonesia.
Bukan Sekadar Lomba, Ini Pembinaan Kepribadian
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan menegaskan bahwa keikutsertaan ini punya makna lebih dalam. Menurutnya, ini bukti nyata pembinaan kepribadian di Lapas Nunukan berjalan humanis dan produktif.
"Tembok Lapas bukan penghalang untuk berkreasi. Kami ingin warga binaan punya ruang untuk menunjukkan bahwa mereka bisa berkarya, percaya diri, dan tetap punya masa depan," ujar Donny Setiawan.
Melatih Disiplin hingga Keberanian Tampil di Depan Publik
Melalui seni tari, Lapas Nunukan memberikan ruang ekspresi yang sehat bagi warga binaan. Mereka dilatih disiplin, kekompakan, kerja sama tim, dan keberanian tampil di depan publik. Semua itu menjadi bekal penting untuk kembali ke masyarakat nanti.
Donny menambahkan bahwa penampilan di Paras Fest 2026 juga menjadi jembatan positif dengan masyarakat. Warga yang hadir tidak hanya melihat tarian, tapi melihat proses perubahan.
"Penampilan mereka di Paras Fest 2026 juga menjadi jembatan positif dengan masyarakat. Warga yang hadir tidak hanya melihat tarian, tapi melihat proses perubahan. Bahwa pembinaan itu nyata, bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik," pungkas Donny.
Komitmen Lapas Nunukan di HUT Ke-27
Partisipasi Lapas Nunukan di ajang ini menegaskan komitmen mereka dalam semangat HUT Kabupaten Nunukan ke-27. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi tempat belajar, berkarya, dan menyiapkan diri untuk kembali berkontribusi positif bagi daerah.