NUNUKAN — Muhammad Nasir, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Dapil Kabupaten Nunukan, menggelar acara nonton bareng final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand. Laga final dijadwalkan berlangsung Senin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Antusiasme terhadap pertandingan ini tinggi, dengan puluhan ribu tiket dilaporkan telah terjual habis.
Kegiatan nobar di Nunukan dipusatkan di Kantor DPD PKS Kabupaten Nunukan, Jalan Angkasa. Rangkaian acara dimulai sore hari, jauh sebelum kick-off, supaya warga punya waktu berkumpul lebih lama.
Lomba Catur hingga Ikan Bakar Sebelum Kick-off
Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung untuk menarik warga datang lebih awal. Lomba catur digelar dengan total hadiah Rp1 juta. Setelah itu, peserta diajak makan bersama lewat acara bakar-bakar ikan.
Selain ikan bakar, panitia menyediakan nasi kotak, makanan ringan, dan kopi panas bagi masyarakat yang hadir. Menu sederhana itu dipilih supaya suasana tetap terasa akrab, bukan seperti acara resmi.
Bukan Sekadar Nonton Bola, tapi Ruang Curhat Warga
Nasir menyebut nobar ini sengaja dirancang sebagai ajang silaturahmi, bukan hanya menonton pertandingan. Warga yang hadir bisa berbincang santai dan menyampaikan keluhan maupun aspirasi secara langsung kepada wakil rakyatnya.
"InsyaAllah ini bukan sekadar kegiatan nonton bola. Saya ingin momentum ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, duduk dan ngobrol santai bersama mereka, mendengarkan keluhan, masukan serta berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat," kata Muhammad Nasir.
Menurut Nasir, pertemuan dalam suasana santai sering kali lebih efektif dibanding forum formal. Warga dinilainya lebih terbuka menyampaikan persoalan ketika tidak ada sekat protokoler.
"Sebagai anggota DPRD yang berasal dari Dapil Nunukan, tentu saya ingin selalu dekat dengan masyarakat. Tidak harus selalu bertemu dalam acara formal. Dalam suasana santai seperti ini justru kita bisa lebih leluasa berbicara, bercanda, sekaligus mendengar apa yang menjadi harapan dan persoalan masyarakat," ujarnya.
Semangat Merah Putih dari Beranda Perbatasan NKRI
Bagi Nasir, sepak bola punya daya ikat yang kuat di tengah masyarakat. Ketika Timnas Garuda bertanding, warga dari berbagai latar belakang bisa disatukan oleh dukungan yang sama.
Makna itu dinilainya lebih dalam bagi warga Nunukan yang tinggal di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum final menjadi cara menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia.
"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mencintai sepak bola, termasuk masyarakat Nunukan. Apalagi yang sedang berjuang di final adalah Timnas Garuda. Bagi kita yang tinggal di wilayah perbatasan, momentum seperti ini juga penting untuk terus menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan kepada Indonesia," ungkap Nasir.
Ia berharap nobar tidak hanya menghadirkan kegembiraan karena sepak bola, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan warga perbatasan.
"Kita ingin bersama-sama memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Dari Nunukan, dari beranda perbatasan NKRI, kita tunjukkan bahwa semangat Merah Putih terus hidup. Menang atau kalah, Timnas Garuda tetap menjadi kebanggaan kita bersama," tegasnya.
Ajakan untuk Keluarga hingga Komunitas
Nasir mengajak masyarakat Nunukan, termasuk keluarga, sahabat, dan komunitas, hadir menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap Indonesia mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang gelar juara.
"Mari datang, kita silaturahmi, ngobrol bersama, bermain catur, menikmati ikan bakar, kemudian sama-sama memberikan dukungan kepada Timnas Garuda. Semoga Indonesia mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang gelar juara," pungkasnya.