NUNUKAN — Razia gabungan yang melibatkan personel Lapas Kelas IIB Nunukan, TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional tersebut diawali dengan apel bersama sebagai pengecekan kesiapan personel. Setelah apel, petugas menyisir kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan sejumlah area lain di dalam lapas secara acak.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengedepankan ketelitian dan mengikuti prosedur yang berlaku. Selain razia barang, petugas menjalankan tes urine terhadap sejumlah WBP sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.
Apa Saja Barang yang Disita Petugas?
Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Rinciannya:
- 9 sendok besi
- 18 botol kaca
- 8 alat berupa gunting kuku dan pinset
- 4 kaca
- 4 paku
- 1 gergaji besi
- 1 silet
- 15 alat cukur jenggot
Seluruh barang hasil razia akan dimusnahkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Pelaksanaan razia gabungan dan tes urine berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Alasan Lapas Nunukan Libatkan TNI, Polri, dan BNN
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menyatakan kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Sinergi bersama TNI, Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama," ujar Donny.
Menurut Donny, menjaga keamanan dan ketertiban di lapas tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait menjadi kunci.
"Melalui sinergi ini, kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik," tambahnya.
Deteksi Dini Jadi Prioritas ke Depan
Lapas Nunukan menyatakan akan terus melakukan deteksi dini dan meningkatkan pengawasan terhadap penghuni. Koordinasi dengan TNI, Polri, BNN, dan instansi terkait juga akan diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan tanpa gangguan, sekaligus menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.