KALIMANTAN UTARA — Namun angka tersebut disebut berada di batas bawah ekspektasi Warner Bros. Pasalnya, film ini menelan biaya produksi US$75 juta dan belum termasuk puluhan juta dolar untuk pemasaran global.
Kinerja Global Belum Sesuai Harapan
Di pasar internasional, Practical Magic 2 hanya mencatatkan US$16 juta dari 77 pasar. Total pendapatan global akhir pekannya mencapai US$46 juta.
Variety melaporkan pada Minggu (13/9) bahwa jika disesuaikan dengan inflasi, angka penjualan tiket domestik awal sekuel ini setara dengan pendahulunya pada 1998. Film pertama kala itu dibuka dengan US$13 juta, atau setara sekitar US$27 juta dalam nilai mata uang saat ini.
Ironisnya, Practical Magic (1998) dulu juga gagal di box office meski kemudian mampu membangun basis penggemar setia. Warner Bros. berharap faktor nostalgia serta daya tarik Kidman dan Bullock bisa mengangkat performa film ini dalam beberapa pekan mendatang.
Respons Kritikus Terbelah
Sambutan kritikus terhadap sekuel ini tidak terlalu hangat. Di Rotten Tomatoes, film ini hanya mendulang skor 36 persen dari para kritikus. Sementara penonton di CinemaScore memberikan nilai B+.
Seperti film pertamanya, Practical Magic 2 kembali mengadaptasi novel karya Alice Hoffman berjudul The Book of Magic yang juga menjadi judul film ini.
Peta Box Office Pekan Ini
Paul Dergarabedian, kepala tren pasar Rentrak, menilai pekan pembukaan musim gugur ini solid meski suasananya relatif tenang.
"Akhir pekan awal musim gugur ini tampak solid, meski suasananya agak tenang," ujar Dergarabedian.
"Akhir pekan ini tidak terlalu menonjolkan satu film yang mendominasi percakapan, melainkan lebih pada kontribusi beberapa film terhadap pasar secara keseluruhan."
The Odyssey menempati posisi ketiga dengan US$7,4 juta, melengkapi perolehan domestiknya menjadi US$600,5 juta. Sementara Runner, film terbaru Alan Ritchson, debut di posisi keempat dengan US$6,4 juta, unggul tipis dari Coyote vs Acme yang berada di posisi kelima dengan US$6,2 juta.
Bagi pasar film Indonesia, performa sekuel bergenre fantasi romantis ini bisa jadi acuan distributor lokal dalam menyusun jadwal rilis kuartal akhir tahun.