KOTA KINABALU — Sebanyak enam pelaku usaha asal Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Utara ambil bagian dalam Sabah International Expo (SIE) 2026 yang digelar di Kota Kinabalu, Malaysia, pada 4-6 September 2026. Mereka terdiri atas UMKM dan pelaku usaha nasional yang membawa produk batik, kain halal, fesyen, aksesori, serta kerajinan tangan.
Selain produk fesyen, deretan usaha makanan juga ikut dipamerkan. Produk olahan bandeng, kudapan khas Kalimantan, minuman rempah, permen, hingga kopi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pameran tahunan tersebut.
Sabah: Jembatan Ekonomi Menuju Malaysia Timur
Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu Noorman Effendi menyebut Sabah bukan sekadar lokasi pameran, melainkan gerbang utama bagi produk Indonesia ke pasar Malaysia Timur dan kawasan BIMP-EAGA. Kedekatan geografis kedua wilayah dinilai perlu diubah menjadi kedekatan ekonomi yang nyata.
“Sabah merupakan salah satu pintu masuk strategis bagi produk Indonesia ke pasar Malaysia Timur dan BIMP-EAGA. Kedekatan geografis perlu kita transformasikan menjadi kedekatan ekonomi,” ujar Noorman, dikutip dari laman Kemlu RI, Selasa (8/9/2026).
Menurut Noorman, keberhasilan partisipasi Indonesia dalam pameran tidak semata diukur dari nilai transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut dari setiap pertemuan dengan distributor, pembeli, mitra usaha, dan calon pewaralaba agar berlanjut menjadi kerja sama konkret.
Momentum Masuk ke Rantai Nilai BIMP-EAGA
“Kita juga memiliki momentum untuk membawa lebih banyak pelaku usaha Indonesia masuk ke jejaring. Bahkan masuk dalam rantai nilai BIMP-EAGA,” katanya.
Keikutsertaan Indonesia dalam SIE 2026 merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi KJRI Kota Kinabalu. Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus mendorong transaksi bisnis dan kemitraan langsung antara pelaku usaha Indonesia dan pengusaha Sabah.
SIE 2026: 300 Stan dari 15 Negara
Skala Sabah International Expo 2026 terbilang besar. Pameran ini menghadirkan sekitar 300 stan dengan 35 persen eksibitor internasional yang berasal dari 15 negara. Penyelenggara menargetkan sekitar 10.000 pengunjung dengan potensi penjualan dan transaksi bisnis mencapai RM10 juta.
Acara ini juga dirangkaikan dengan 3rd BIMP-EAGA Trade, Investment and Halal Industry Conference yang mempertemukan sekitar 300 delegasi dari kawasan BIMP-EAGA.
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi 2027
Setelah sukses berpartisipasi di Sabah, Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah 4th BIMP-EAGA Trade, Investment and Halal Industry Conference pada Oktober 2027. Momentum ini dinilai mampu membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dalam negeri untuk memperluas jejaring bisnis di tingkat regional.