BULUNGAN — Penyaluran kali ini menyasar empat SPBU, yakni SPBU 66.772.04, SPBU 63.772.02, SPBU 64.772.02, dan SPBU 66.772.01, serta satu lembaga penyalur dengan kode 6P.772.04. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan mobil tangki mulai berangkat sejak pagi. Sebagian armada masih dalam perjalanan menuju lokasi masing-masing saat pernyataan itu disampaikan.
Penyesuaian Jadwal dari Jobber Berau Diatur Ulang
Edi menjelaskan, pengiriman tambahan ini merupakan respons atas perubahan jadwal pengiriman dari Jobber Berau. Kondisi itu membuat pola distribusi BBM ke Bulungan perlu disesuaikan ulang agar pasokan tetap mengalir ke SPBU.
"Ada penyesuaian jadwal pengiriman dari Jobber Berau. Karena itu, distribusi ke Bulungan kami atur kembali supaya pasokan bisa segera dikirim," kata Edi, Rabu (2/9).
Stok di SPBU Terus Dipantau, Penyaluran Berikutnya Sesuai Kebutuhan
Setelah BBM tiba di SPBU, Pertamina akan mengecek kembali kondisi stok yang tersedia. Koordinasi dengan pengelola SPBU dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar tetap terkendali.
"Kami masih memantau pengiriman yang berjalan hari ini. Setelah BBM sampai, kondisi stok di SPBU juga akan kami lihat kembali," jelas Edi.
Untuk pengiriman selanjutnya, jumlah dan waktu penyaluran tidak ditetapkan kaku. Pertamina akan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU serta situasi operasional di lapangan.
"Untuk penyaluran berikutnya, kami akan melihat kebutuhan dan kondisi operasional yang ada di lapangan," katanya.
Warga Diminta Tidak Menimbun BBM
Di tengah penambahan pasokan ini, Pertamina mengimbau masyarakat membeli bahan bakar secara wajar. Pembelian berlebihan berpotensi mengganggu pemerataan stok di SPBU sehingga warga lain ikut terdampak.
"Masyarakat kami imbau membeli sesuai kebutuhan saja. Jangan berlebihan supaya stok yang tersedia bisa digunakan oleh masyarakat lainnya," pungkas Edi.