Pencarian

Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Kaltara hingga 500 Meter, BMKG Temukan Hotspot di 3 Kabupaten

Senin, 31 Agustus 2026 • 18:32:09 WIB
Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Kaltara hingga 500 Meter, BMKG Temukan Hotspot di 3 Kabupaten
Asap karhutla menurunkan jarak pandang di Kalimantan Utara hingga 500 meter pada malam hari.

TANJUNG SELOR — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kalimantan Utara dengan jarak pandang turun hingga 500 meter pada malam hari, mengganggu aktivitas penerbangan dan warga. BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan mencatat jarak pandang umumnya hanya 500–4.000 meter selama 30–31 Agustus 2026.

"Secara umum, kondisi cuaca di wilayah pengamatan selama periode 30–31 Agustus 2026 didominasi oleh asap (smoke) dengan jarak pandang sekitar 500–4.000 meter," ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto, di Tanjung Selor, Senin.

Kondisi terburuk terjadi pada malam hari. Jarak pandang bisa turun hingga 500 meter, disertai kabut (fog) akibat kelembapan udara tinggi dan angin yang sangat lemah. Asap dan uap air lebih mudah berkumpul di dekat permukaan.

Hotspot Terpantau di Bulungan, Malinau, dan Nunukan

Pemantauan satelit pada periode yang sama menunjukkan adanya sejumlah titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten. Agus menyebutkan titik panas terutama ada di Kabupaten Bulungan, serta beberapa titik di Malinau dan Nunukan.

Konsentrasi hotspot di Bulungan terlihat di wilayah Tanjung Palas Timur dan sekitarnya. "Keberadaan hotspot dapat menjadi indikasi sumber asap, namun belum dapat dipastikan seluruh asap yang teramati berasal dari titik-titik tersebut," kata Agus. Penyebaran asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.

Angin Lemah Bikin Asap Persisten

Secara sederhana, kata Agus, kondisi asap yang persisten didukung oleh adanya hotspot di beberapa wilayah dan angin yang lemah. Akibatnya, asap cenderung bertahan dan menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada malam hingga dini hari.

Penerbangan dan Warga Diminta Waspada

Kondisi ini perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat dan aktivitas penerbangan yang memerlukan jarak pandang baik. Meski demikian, belum ada laporan penutupan bandara atau pembatalan penerbangan di wilayah tersebut.

Terkait potensi hujan dalam sepekan ke depan, Agus menyebutkan ada potensi hujan namun sangat kecil dan bersifat lokal. "Ada (potensi hujan), tetapi probabilitas sangat kecil, dan bersifat lokal dengan intensitas hujan ringan," ujarnya.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks