Pencarian

Barantin Catat 3.704 Sertifikasi Ekspor Kaltara Capai Rp2,2 Triliun, Udang Windu Jadi Primadona

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:01:02 WIB
Barantin Catat 3.704 Sertifikasi Ekspor Kaltara Capai Rp2,2 Triliun, Udang Windu Jadi Primadona
Udang windu menjadi komoditas ekspor unggulan Kalimantan Utara dengan nilai Rp522,12 miliar.

TARAKAN — Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan perannya tak sekadar pemeriksa komoditas, tetapi juga menjadi akselerator perdagangan internasional bagi Kalimantan Utara. Sepanjang Januari hingga 28 Agustus 2026, lembaga ini telah menerbitkan 3.704 sertifikasi ekspor dengan nilai mencapai Rp2,238 triliun.

Angka itu dirinci dari komoditas hewan senilai Rp263,15 juta, ikan Rp974,99 miliar, dan tumbuhan Rp1,263 triliun. Capaian tersebut dipaparkan dalam sarasehan eksportir Kaltara yang digelar di Tarakan, Minggu (30/8/2026).

Udang Windu dan Kepiting Bakau Dominasi Ekspor

Subsektor perikanan mendominasi nilai ekspor Kaltara. Udang windu menjadi komoditas dengan nilai tertinggi, yakni Rp522,12 miliar dari total volume 2.433.333 kilogram.

Disusul ikan bandeng sebanyak 1.787.782 kilogram senilai Rp31,53 miliar. Kepiting bakau juga mencatatkan volume besar, yaitu 7.348.483 ekor dengan nilai Rp19,91 miliar.

Fungsi Karantina Kini Jadi Pengungkit Ekonomi

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara (BKHIT Kaltara), Ichi Langlang Buana Machmud, menyebut fungsi karantina saat ini diarahkan sebagai economic tools untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Barantin memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, menjaga keamanan pangan, hingga memastikan komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan,” ucap Ichi dalam keterangannya.

Karpet Merah untuk Eksportir

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menegaskan kesiapan lembaganya memberikan layanan cepat dan transparan bagi para pelaku usaha. Digitalisasi sistem pelayanan menjadi kunci agar proses sertifikasi berjalan bersih dari pungutan liar.

“Badan Karantina Indonesia siap memberikan ‘karpet merah’ dan pengawalan ketat bagi para eksportir,” kata Abdul Kadir Karding.

Target Hilirisasi dan Perluasan Pasar Global

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam. Nilai tambah komoditas menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.

Barantin menilai penguatan ekspor tak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kepastian setiap komoditas memenuhi standar negara tujuan menjadi syarat mutlak agar produk Kaltara semakin diterima di pasar global.

Pendampingan kepada eksportir, termasuk UMKM, disebut sebagai bagian penting untuk membuka peluang lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah. Sinergi antara Barantin dan pelaku usaha diyakini menjadi kunci memperluas pasar produk Kaltara ke tingkat internasional.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jelajahdaerah.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks