Pencarian

Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I-2026, Pemerintah Genjot Hilirisasi dan Digitalisasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 13:09:31 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I-2026, Pemerintah Genjot Hilirisasi dan Digitalisasi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan dalam Sidang Pleno ISEI XXV di Bogor, Kamis (27/8).

KALIMANTAN UTARA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fondasi ekonomi nasional tetap kuat meskipun menghadapi ketidakpastian global. Data hingga Juli 2026 menunjukkan inflasi terkendali di level 2,88%, sementara aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di angka 119.

Pernyataan ini disampaikan Airlangga dalam Sidang Pleno ISEI XXV dan Seminar Nasional ISEI 2026 di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (27/8). Forum yang digelar 26–28 Agustus ini mempertemukan akademisi, birokrat, dan pelaku usaha untuk merumuskan rekomendasi kebijakan ekonomi nasional.

Kredit Investasi Tumbuh Hingga 24,9%, Bank Jadi Penopang Utama

Sektor perbankan mencatatkan kinerja impresif dengan penyaluran kredit tumbuh 12,67% secara tahunan. Lebih menggembirakan lagi, kredit investasi melonjak hingga 24,9%, menandakan pembiayaan untuk kegiatan produktif masih bergerak positif di tengah perlambatan global.

Realisasi investasi pada paruh pertama tahun ini juga terus menguat, terutama yang berkaitan dengan program hilirisasi. Posisi cadangan devisa tetap solid, setara dengan 5,5 bulan impor, memberikan bantalan yang cukup terhadap gejolak eksternal.

Antisipasi El Nino dan Sumber Pertumbuhan Baru

Airlangga mengingatkan pemerintah perlu mewaspadai potensi El Nino yang dapat mengganggu ketersediaan komoditas pangan. Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan untuk memperkuat sektor-sektor yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru.

Digitalisasi, industri semikonduktor, dan kecerdasan artifisial (AI) menjadi fokus utama diversifikasi ekonomi. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang semikonduktor. Digitalisasi juga diperluas ke sektor pertanian dan energi untuk mendukung kesiapan program B50.

Perluasan Pasar dan Aksesi OECD

Pemerintah terus memperluas hubungan dagang dengan negara mitra. Indonesia kini memiliki 25 perjanjian perdagangan internasional, termasuk CPTPP yang melibatkan 12 negara. Pada sektor mineral, pemerintah memperkuat mekanisme bursa mineral agar pembentukan harga komoditas memberi manfaat optimal bagi perekonomian nasional.

Proses aksesi Indonesia menuju OECD juga menunjukkan progres signifikan. Indonesia telah memasuki tahap Technical Review, sebuah langkah penting dalam upaya meningkatkan standar tata kelola ekonomi nasional.

ISEI, yang berdiri sejak 14 Januari 1955, menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemikiran akademik dengan kebutuhan dunia usaha dan kebijakan pemerintah. Forum tahun ini mengangkat tema penguatan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam mendorong stabilitas ekonomi dinamis, hilirisasi-industrialisasi, serta ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Maju.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: vibizmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks