Pencarian

Bos Mercedes Sebut AMG Listrik dengan Simulasi V8 Terasa Seperti Mobil V8 Terbaik yang Pernah Ia Kendarai

Rabu, 26 Agustus 2026 • 12:56:01 WIB
Bos Mercedes Sebut AMG Listrik dengan Simulasi V8 Terasa Seperti Mobil V8 Terbaik yang Pernah Ia Kendarai
CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, mengendarai Mercedes-AMG CLA 45 listrik dengan sistem simulasi V8 dalam sesi uji coba di Finlandia.

KALIMANTAN UTARA — Jakarta — Ola Källenius, CEO Mercedes-Benz yang dikenal sebagai penggemar berat mesin pembakaran, memberikan pujian mengejutkan untuk mobil performa listrik terbaru pabrikan. Dalam wawancara dengan Autocar, ia mengaku momen pertama mengendarai Mercedes-AMG CLA 45 dengan sistem simulasi V8 membuatnya seperti "orang yang baru lahir kembali" — sebuah analogi yang ia gunakan untuk menggambarkan pengalaman berkendara yang benar-benar baru.

Källenius, yang menjabat CEO sejak 2019, memiliki rekam jejak kuat di dunia mesin konvensional. Sebelum memimpin Mercedes-Benz, ia mengepalai divisi performa AMG, mengawasi operasi mesin Formula 1 di Brixworth, dan menjadi direktur eksekutif operasi di McLaren saat program SLR McLaren berjalan.

Simulasi V8 yang Terasa Lebih Hidup dari Mesin Asli

"Saat pertama kali mengendarai CLA 45 dengan sistem itu, saya seperti orang yang baru lahir kembali," ujar Källenius kepada jurnalis Autocar James Attwood saat test drive di Finlandia. "Itu adalah V8 terbaik yang pernah saya kendarai: semua sensasi V8 ada, tapi dengan tenaga dan torsi yang lebih besar."

Sistem yang dimaksud adalah powertrain listrik yang mampu menyimulasikan karakter V8 — mulai dari letupan suara knalpot, umpan balik, hingga perpindahan gigi virtual. Teknologi serupa juga diterapkan pada AMG GT electric supercar yang diperkenalkan Mei lalu, dengan tenaga lebih dari 1.000 hp.

Strategi AMG: Performa Berbasis Perangkat Lunak

Källenius menegaskan bahwa esensi yang membuat penggemar otomotif tergila-gila pada mobil performa tidak hilang dalam elektrifikasi, hanya berpindah tempat. Ia menganalogikan pergeseran ini dengan perdebatan soal prosesor komputer di masa kuliahnya — dari "386 atau 486" — di mana teknologi selalu berkembang sebagai kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak.

Mercedes berencana menumbuhkan bisnis performa secara signifikan. "Niat kami adalah menumbuhkan sisi performa bisnis secara tidak proporsional," kata Källenius. AMG kini mengembangkan mobil di atas platform khusus yang tetap berbagi komponen dengan lini Mercedes lainnya untuk efisiensi produksi.

Langkah ini sejalan dengan strategi pabrikan lain. Hyundai lewat Ioniq 5 N dan Dodge dengan Charger Daytona sama-sama menggunakan trik serupa — suara buatan dan perpindahan gigi simulasi — untuk membuat mobil listrik performa terasa lebih hidup.

MB.OS dan Arsitektur Baru untuk 40 Model

Dalam kesempatan yang sama, Källenius juga mendemonstrasikan kemampuan asisten AI pada C-Class Electric yang menginterupsi pembicaraannya untuk menyampaikan bahwa "sensasi berkendara dengan kecepatan tinggi di autobahn bisa memacu adrenalin." Mobil tersebut berjalan di atas sistem operasi MB.OS yang sama dengan S-Class dan C-Class bermesin bensin terbaru.

Mercedes sedang dalam proses meluncurkan 40 model dalam tiga tahun hingga akhir 2027, dibangun di atas arsitektur listrik MMA dan MB.EA. Strategi ini memungkinkan CLA menawarkan jarak tempuh mendekati 500 mil, dan menjadi dasar bagi C-Class serta GLC generasi baru. "Jika setiap mur dan baut di semua mobil itu baru, Anda tidak akan pernah bisa melakukannya," ujarnya.

Permintaan Konsumen Belum Sepenuhnya Siap

Meski antusias terhadap teknologi, Källenius mengakui realitas pasar. Industri telah "melewati tikungan" menuju elektrifikasi, tetapi "konsumen belum sepenuhnya sampai di sana." Mercedes tetap berkomitmen pada target jangka panjang menjadi pabrikan listrik penuh, sambil mempertahankan pengembangan "mesin pembakaran elektrifikasi berteknologi tinggi" sebagai jembatan.

Soal kemungkinan perlambatan pengembangan mobil, ia menolak dengan mengutip pendiri perusahaan, Karl Benz: "Kecintaan pada penemuan tidak pernah mati."

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks