Pencarian

Pengusaha UMKM di Tanjung Selor Akui Belum Familiar dengan Sapa UMKM, Minta Sosialisasi Lebih Masif

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:43:31 WIB
Pengusaha UMKM di Tanjung Selor Akui Belum Familiar dengan Sapa UMKM, Minta Sosialisasi Lebih Masif
Pelaku UMKM di Tanjung Selor menyampaikan keluhan terkait minimnya sosialisasi platform Sapa UMKM dari Kementerian UMKM RI.

TANJUNG SELOR — Keberadaan platform digital Sapa UMKM yang diluncurkan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI ternyata belum menjangkau seluruh pelaku usaha di Kalimantan Utara. Sejumlah pengusaha di Tanjung Selor mengaku baru mengetahui platform tersebut, padahal layanannya mencakup pendampingan legalitas, sertifikasi produk, hingga perluasan jaringan usaha.

Minimnya informasi ini menjadi keluhan yang disuarakan para pelaku UMKM setempat. Mereka menilai, tanpa sosialisasi yang masif, platform yang dirancang untuk mempermudah akses pengembangan usaha itu hanya akan menjadi program yang berjalan tanpa pemanfaatan optimal di daerah.

Pengusaha Baru Tahu, Padahal Layanannya Lengkap

Anca, pemilik Roti Gemoy Buntal yang semula merintis usaha di Mangkupadi dan kini telah membuka cabang di Tanjung Selor, mengaku belum pernah mendengar adanya aplikasi khusus dari kementerian. "Saya baru tahu ini kalau ada aplikasi seperti itu untuk UMKM ya," ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Hal serupa disampaikan Anggun, pengusaha Sticky Milk with Anggun. Ia menilai platform tersebut akan sangat membantu jika informasi di dalamnya lengkap, tetapi pengenalan kepada pelaku usaha di daerah masih kurang. "Saya juga baru dengar ini ya, ternyata ada dari kementerian. Saya harap Sapa UMKM bisa dikenalkan kepada usaha UMKM di Kaltara, khususnya kita di Tanjung Selor," katanya.

Pendataan dan Pelatihan Jadi Harapan Pelaku Usaha

Maria, pengusaha Tenun Karta Kreatif Flobamora, mengaku sempat mendengar nama Sapa UMKM saat mengikuti pelatihan kemasan ramah lingkungan. Namun, ia belum memahami cara penggunaan dan manfaat detail yang ditawarkan. "Belum sepenuhnya tahu. Memang disampaikan saat itu semua pengusaha UMKM di Kaltara akan segera dilakukan pendataan melalui Sapa UMKM," jelasnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya sekadar memberitahu keberadaan aplikasi, tetapi juga memberikan pelatihan langsung terkait cara mengakses dan memanfaatkan fitur-fitur di dalamnya. Menurut Maria, sosialisasi tatap muka menjadi kunci agar usaha kecil yang masih berkembang tidak tertinggal.

"Kita berharap informasi detail Sapa UMKM ini bisa lebih dimudahkan lagi aksesnya untuk kita ketahui. Sebagai pengusaha UMKM kami berharap segera menerima informasi detail terbaru terkait Sapa UMKM agar dapat mempermudah kami dalam mengupgrade sistem informasi, baik itu untuk akses permodalan dan keuangan, pemasaran produk, maupun pelatihan untuk peningkatan skill secara merata bagi semua kalangan pengusaha UMKM yang ada di Kaltara," pungkasnya.

Jaringan Usaha dan Pasar Baru Mengintai

Padahal, melalui platform Sapa UMKM, pelaku usaha bisa terhubung dengan pengusaha lain di berbagai daerah. Koneksi ini dinilai mampu membuka peluang pasar baru sekaligus memperluas jaringan bisnis, sesuatu yang selama ini sulit dijangkau pengusaha di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara tersebut.

Kementerian UMKM sebelumnya telah mengajak pengusaha di Kalimantan Utara untuk memanfaatkan platform ini. Namun, tanpa langkah pendampingan yang menyentuh langsung para pelaku usaha di kecamatan dan kelurahan, tingkat adopsi platform tersebut di Tanjung Selor diperkirakan masih akan rendah.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks