Pencarian

BSI dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Padukan Pemulihan Ekosistem dengan Pemberdayaan UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026 • 11:26:01 WIB
BSI dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Padukan Pemulihan Ekosistem dengan Pemberdayaan UMKM
Relawan menanam bibit mangrove di pesisir Sungai Kuruk III, Aceh Tamiang, sebagai bagian dari program penanaman 15.000 mangrove oleh BSI dan Relawan Bakti BUMN.

KALIMANTAN UTARA — Pesisir Aceh Tamiang selama ini menghadapi ancaman serius berupa abrasi yang menggerus daratan. Kondisi hutan pantai yang mulai kritis membutuhkan intervensi nyata, bukan hanya sekadar wacana. Lewat sinergi BSI dan Relawan Bakti BUMN, kawasan Sungai Kuruk III kini menjadi titik pemulihan ekosistem yang menyasar dua hal sekaligus: penyelamatan lingkungan dan penguatan ekonomi warga.

Membangun Benteng Pesisir Lewat Aksi Nyata

Penanaman 15.000 bibit mangrove tersebut merupakan bagian dari komitmen BSI mendukung target Net Zero Emission dan penguatan ekosistem blue carbon di Indonesia. Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang efektif, sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari terjangan ombak dan intrusi air laut.

Selama empat hari di lapangan, para relawan tidak hanya menancapkan bibit ke tanah. Mereka berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk memberikan edukasi lingkungan kepada generasi muda dan warga sekitar. Materi yang disampaikan fokus pada teknik perawatan bibit agar tingkat kelangsungan hidup (survival rate) mangrove tetap tinggi. Kesadaran warga untuk menjaga ekosistem pasca-penanaman menjadi kunci keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Menghidupkan Roda Ekonomi Warga Sekitar

Aspek pemberdayaan masyarakat menjadi pembeda utama dalam program ini. BSI dan Relawan Bakti BUMN memetakan potensi komoditas lokal di sekitar Sungai Kuruk III untuk kemudian diintegrasikan dengan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital.

Pendekatan ini mengubah paradigma warga dari sekadar penjaga pantai menjadi penggerak ekonomi baru berbasis lingkungan. Masyarakat didorong menciptakan peluang usaha yang ramah alam, sehingga kesejahteraan tidak hanya bergantung pada hasil laut semata. Keberlanjutan ekonomi inilah yang diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan warga dalam jangka panjang.

Investasi Hijau untuk Masa Depan

Manajemen BSI menegaskan bahwa setiap bibit mangrove yang ditanam adalah investasi besar untuk membangun pesisir yang lebih tangguh terhadap ancaman perubahan iklim. Langkah kolaboratif ini melibatkan Kementerian BUMN, para relawan dari berbagai klaster perusahaan negara, dan masyarakat Aceh Tamiang.

Sinergi yang terjalin membuktikan bahwa pemulihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan. Inisiatif di Sungai Kuruk III ini diharapkan menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di wilayah pesisir lainnya di Indonesia, demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritarakyataceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks