Pencarian

Bendera Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter Siap Dikirab di Tanjung Selor, Ribuan Peserta Bakal Terlibat

Rabu, 19 Agustus 2026 • 16:52:32 WIB
Bendera Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter Siap Dikirab di Tanjung Selor, Ribuan Peserta Bakal Terlibat
Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter siap dikirab di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Sabtu (29/8/2026).

TANJUNG SELOR — Sebuah bendera raksasa dengan panjang mencapai 2.026 meter akan kembali dihadirkan dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Utara. Kirab bendera yang ukurannya melebihi dua kilometer ini dijadwalkan menyusuri jalanan ibu kota Kabupaten Bulungan pada Sabtu (29/8/2026) pekan depan.

Ketua Badan Pengurus Kota Organisasi Orang Indonesia (OI) Tarakan, Che Ageng, menyebut persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Titik start kirab berada di depan Kantor Gubernur Kalimantan Utara dan berakhir di kawasan Cinta Damai atau Tepian Unggulan Tanjung Selor.

“Tanggal 29 Agustus nanti, jam 8 pagi. Kita mengambil titik start di depan Kantor Gubernur, finish kita di Cinta Damai,” ungkapnya, Senin (17/8/2026).

Bendera yang Terus Bertambah Setiap Tahun

Bendera yang akan dikirab memiliki lebar 2,20 meter dengan panjang yang sengaja disesuaikan dengan angka tahun pelaksanaan. Ukuran ini berbeda dengan bendera Merah Putih berukuran 17 x 8 meter yang sebelumnya kerap dibentangkan di Kota Tarakan.

“Kita punya dua bendera yang ukurannya di luar batas wajar. Pertama, 17-8, yang kemudian kita kirap setiap tahunnya keliling Kaltara. Untuk tahun ini, kita samakan dengan tahun ini,” jelasnya.

Sejarah pembuatan bendera ini terbilang unik. Kain tersebut mulai dibuat pada 2014 dengan panjang awal hanya sembilan meter. Setiap tahun, panjangnya terus ditambah satu rol kain hingga kini mencapai ribuan meter.

“Dari sebelumnya panjang 9 meter, lebar 2,20 meter. Jadi penambahan panjang, setiap tahun kita tambah panjang. Lebarnya tetap, mengikuti lebar kain,” bebernya.

Paskibraka hingga Pelajar Bakal Jadi Pembawa Bendera

Dengan panjang yang fantastis, pengelolaan bendera saat dikirab membutuhkan koordinasi ketat. Barisan pembawa bendera disusun berlapis, dimulai dari barisan terdepan yang dipegang oleh Paskibraka, disusul unsur TNI-Polri, pelajar tingkat SMA, hingga organisasi dan komunitas masyarakat.

“Di posisi depan itu barisan Paskibraka yang memegang, terus setelah barisan Paskibraka itu unsur TNI-Polri, setelah itu unsur-unsur pelajar tingkat SMA, baru organisasi komunitas-komunitas,” ujarnya.

Jarak antarbarisan pembawa bendera diatur sekitar dua meter. Seluruh peserta juga diwajibkan menjaga kebersihan tangan agar tidak meninggalkan noda pada kain Merah Putih yang membentang sepanjang perjalanan.

“Tangan harus steril, tidak boleh pegang makanan, apalagi ngerokok,” tegasnya.

Perawatan Khusus dan Komitmen Penambahan Panjang

Perawatan bendera raksasa ini menjadi perhatian utama. Ketika dibentangkan, bagian kain yang terlihat kotor akan langsung dibersihkan agar noda tidak semakin sulit dihilangkan setelah bendera kembali dilipat.

“Ketika bendera terbentang itu, teman-teman melihat kalau misalkan ada yang kotor itu kita langsung sikat,” katanya.

Che Ageng menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menambah panjang bendera setiap kali digunakan dalam kegiatan kirab. Penambahan minimal dilakukan satu rol kain yang memiliki panjang 27 meter.

“Komitmen kami, setiap dia keluar dari lipatannya, atau dia setiap berkegiatan, wajib ditambah. Minimal ditambah 27 meter,” katanya.

Rutin Keliling Kaltara, Nunukan Jadi Lokasi Terakhir

Kirab bendera berukuran jumbo ini bukan kali pertama digelar di Kalimantan Utara. Kota Tarakan telah tiga kali menjadi lokasi penyelenggaraan, yakni pada 2018, 2019, dan 2021. Sementara itu, Tanjung Selor terakhir kali menjadi tuan rumah pada 2020.

Pada 2023, kegiatan kirab dilaksanakan di Nunukan dengan panjang bendera mencapai 1.000 meter. Tahun ini, giliran Tanjung Selor kembali menjadi lokasi pelaksanaan dengan ukuran yang disesuaikan dengan tahun 2026.

“Di 2023 itu di Nunukan dengan panjang bendera itu 1.000 meter. Kemudian untuk tahun ini kita ke Tanjung Selor lagi,” katanya.

Jarak yang relatif dekat dari Tarakan menjadi pertimbangan utama pemilihan Tanjung Selor. Hal ini memudahkan koordinasi dan mobilitas anggota yang telah menyiapkan diri sejak jauh hari.

“Untuk Tanjung ini kan jauh-jauh hari sudah mengurus cuti teman-teman,” imbuhnya.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks