KALIMANTAN UTARA — Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat. Selain mengheningkan cipta untuk arwah para pahlawan, Presiden secara khusus memanjatkan doa bagi warga yang terdampak bencana alam di Sumatera dan NTT—sebuah pengakuan eksplisit atas situasi kebencanaan yang masih berlangsung di tengah perayaan kemerdekaan.
"Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo saat memimpin jalannya upacara.
"Serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan di wilayah-wilayah Indonesia lainnya, mengheningkan cipta mulai," sambungnya dalam momen yang sama.
Doa untuk Korban Bencana Mengiringi Pesta Rakyat
Penyebutan bencana alam dalam pidato upacara kemerdekaan menegaskan perhatian pemerintah terhadap dampak musibah yang menimpa warga di dua provinsi tersebut. Meski demikian, rangkaian perayaan tetap berlangsung meriah. Setelah upacara puncak, acara dilanjutkan dengan pesta rakyat dan karnaval bertema kemerdekaan yang digelar di sepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta, malam nanti.Kirab Bendera dengan Pasukan Berkuda dan Baju Adat Kerajaan
Sebelum upacara dimulai, rangkaian acara diawali dengan kirab bendera Merah Putih dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka. Prosesi ini dimeriahkan oleh pasukan berkuda serta pasukan pengawal yang mengenakan baju adat khas kerajaan Nusantara, menampilkan kemegahan tradisi di tengah upacara kenegaraan yang sakral.Kirab tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat yang memadati area sekitar Monas sejak pagi. Kehadiran pasukan berkuda dan atribut kerajaan dalam kirab tahun ini memberi warna berbeda dari pelaksanaan upacara di tahun-tahun sebelumnya yang lebih mengedepankan formasi militer standar.
Puncak peringatan HUT ke-81 RI tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan para pahlawan, tetapi juga pengingat akan solidaritas kebangsaan terhadap sesama yang tengah dilanda musibah.