Pencarian

Pemerintah Pertimbangkan Bahasa Asing Masuk Kurikulum SD, Targetkan Inggris hingga Spanyol

Jumat, 14 Agustus 2026 • 13:56:01 WIB
Pemerintah Pertimbangkan Bahasa Asing Masuk Kurikulum SD, Targetkan Inggris hingga Spanyol
Pemerintah mempertimbangkan penambahan bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Arab, Spanyol, dan Prancis ke dalam kurikulum sekolah dasar.

KALIMANTAN UTARA — Wacana penambahan mata pelajaran bahasa asing di tingkat dasar ini mengemuka di tengah pembahasan arah baru sistem pendidikan nasional. Prabowo menilai penguasaan multi-bahasa sejak usia dini akan membuka akses lebih luas bagi anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan dan peluang kerja internasional di masa depan.

Dalam paparannya, kepala negara terpilih itu menyebut setidaknya lima bahasa asing yang potensial diajarkan, yaitu Inggris, Mandarin, Arab, Spanyol, dan Prancis. Namun, ia belum merinci secara teknis bagaimana kurikulum tersebut akan diintegrasikan dengan mata pelajaran wajib yang sudah ada, seperti Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia.

Alasan Urgensi Penguasaan Bahasa Asing Sejak Dini

Prabowo menekankan bahwa kemampuan berbahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar di era ekonomi digital. Anak-anak yang terbiasa belajar bahasa kedua atau ketiga sejak kecil dinilai memiliki fleksibilitas kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang baru mempelajarinya di usia remaja.

Dari sisi geopolitik, penguasaan bahasa Mandarin dinilai strategis mengingat posisi China sebagai mitra dagang utama Indonesia. Sementara itu, bahasa Spanyol membuka peluang besar di kawasan Amerika Latin yang sedang tumbuh, dan bahasa Arab relevan dengan hubungan keagamaan serta ekonomi Timur Tengah.

Bahasa Inggris Hingga Spanyol, Bagaimana Skema Penerapannya?

Belum ada keputusan final mengenai status mata pelajaran ini, apakah akan menjadi muatan lokal atau mata pelajaran pilihan. Namun, wacana awal mengarah pada pengenalan kosakata dasar dan percakapan sederhana di kelas rendah, kemudian berlanjut ke tata bahasa yang lebih kompleks di kelas tinggi.

Sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini tidak membebani siswa dengan terlalu banyak materi. Pengamat pendidikan menyebut keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada kesiapan guru dan ketersediaan modul ajar yang menarik, bukan sekadar menambah jam pelajaran.

Kesiapan Sekolah dan Tantangan di Daerah

Tantangan terbesar berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih kekurangan guru bahasa Inggris sekalipun. Jika kebijakan ini dipaksakan tanpa pemerataan kapasitas guru, kesenjangan kualitas pendidikan antara Jawa dan luar Jawa dikhawatirkan semakin melebar.

Kementerian Pendidikan diproyeksikan akan melakukan uji coba terbatas di sejumlah sekolah penggerak sebelum kebijakan ini diterapkan secara nasional. Evaluasi terhadap beban belajar siswa dan hasil pembelajaran akan menjadi dasar untuk menentukan bahasa asing mana yang diprioritaskan di tiap wilayah.

Belum ada jadwal pasti kapan regulasi resmi mengenai kurikulum bahasa asing di SD ini akan diterbitkan. Yang jelas, wacana ini menandai pergeseran orientasi pendidikan nasional dari sekadar mengejar nilai ujian menuju pembentukan kompetensi global yang aplikatif.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks