Pencarian

Anthony Taylor Buka Suara soal Pensiun: Tekanan Wasit Elite Sudah di Luar Batas

Jumat, 14 Agustus 2026 • 08:14:01 WIB
Anthony Taylor Buka Suara soal Pensiun: Tekanan Wasit Elite Sudah di Luar Batas
Anthony Taylor resmi mengumumkan pensiun sebagai wasit elite lima pekan setelah memimpin laga Piala Dunia 2026.

KALIMANTAN UTARA — Keputusan Anthony Taylor untuk menggantung peluit datang hanya lima pekan setelah ia memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Portugal di Dallas. Momen itu, menurutnya, menjadi titik akhir yang sempurna sebelum ia resmi mengumumkan pensiun pada bulan lalu.

Dalam wawancara eksklusif pertamanya sejak pensiun, Taylor buka suara mengenai "budaya ketakutan" yang ia rasakan semakin menggerogoti profesi wasit. Ia menyebut sorotan yang ia terima selama bertahun-tahun, termasuk saat memimpin final Liga Europa 2023, telah memberikan dampak besar pada kehidupan pribadinya.

Beban Psikologis yang Tak Terlihat dari Layar Kaca

Taylor mengakui bahwa rasa takut membuat kesalahan dan sorotan dari berbagai arah—mulai dari penonton, manajer, media, hingga kolega—adalah beban psikologis yang nyata. "Wasit mana pun akan berbohong jika mereka mengatakan tekanan atau sorotan itu tidak mengganggu mereka, karena itu adalah reaksi alami manusia," ujarnya kepada BBC Sport.

Ia menjelaskan bahwa semua tekanan eksternal tersebut bisa memicu keraguan diri dan hilangnya kepercayaan diri di lapangan. Meski telah membangun ketahanan mental selama bertahun-tahun, Taylor mengakui ada batasnya. "Setiap orang akan mengalami masa di mana energi Anda menurun, dan itu mulai memengaruhi motivasi serta kepercayaan diri," katanya.

Kritik dari Mantan Wasit Justru Perparah Situasi

Yang paling mengecewakan Taylor adalah kritik tajam yang kerap dilontarkan oleh mantan wasit di media. Menurutnya, komentar-komentar tersebut sering kali tidak seimbang dan hanya memperbesar efek bola salju negatif terhadap wasit yang masih aktif.

"Secara pribadi, itu mengecewakan karena sering kali tidak ada keseimbangannya," tegas Taylor. Ia merasa bahwa para mantan koleganya seharusnya berpikir dua kali sebelum mengkritik wasit yang masih bertugas di depan publik.

Korban Keluarga dan Keputusan di Puncak Karier

Taylor juga menyoroti pengorbanan besar yang harus ia lakukan bersama keluarga. Sejak insiden di Bandara Budapest pada 2023, ketika keluarganya menjadi sasaran kemarahan suporter Roma, mereka memilih untuk tidak lagi menonton pertandingannya secara langsung.

"Kehidupan keluarga mengambil peran belakang," ungkapnya. "Keputusan untuk pensiun murni berdasarkan tubuh dan pikiran saya yang sudah mencapai batas alami dalam peran itu. Ini kombinasi dari sorotan dan tuntutan yang dirasakan wasit di level tertinggi."

Meski pensiun, Taylor tidak sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Ia kini berharap dapat membantu sepak bola Turki bangkit dari skandal pengaturan skor yang melibatkan wasit, serta tetap vokal mengenai pandangannya terhadap sistem Video Assistant Referee (VAR) yang menurutnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks