KALIMANTAN UTARA — Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia keempat mereka setelah mengalahkan Argentina yang harus bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama. Pertandingan yang berlangsung sengit itu akhirnya ditentukan oleh gol Ferran Torres pada menit ke-105, memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang setelah tendangan Nico Williams membentur tiang.
Argentina Kehilangan Lisandro Martinez dan Enzo Fernandez
Malapetaka mulai menimpa Argentina di penghujung babak pertama. Bek Lisandro Martinez mengalami cedera dan tak bisa melanjutkan laga, memaksa pelatih Lionel Scaloni melakukan pergantian paksa.
Pukulan telak datang pada awal babak kedua saat gelandang Enzo Fernandez menerima kartu merah langsung setelah pelanggaran keras terhadap Pedri. Argentina pun bertahan mati-matian dengan sembilan pemain di lapangan setelah Cristian Romero juga harus ditarik keluar karena cedera di menit ke-60.
Dominasi Spanyol Tanpa Gol di Waktu Normal
Spanyol mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Lamine Yamal hampir membuka keunggulan di menit kelima, namun sepakannya masih bisa diblok Lisandro Martinez. Emiliano Martinez, kiper Argentina, tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, dan sundulan Ferran Torres di babak kedua.
Argentina nyaris tidak melepaskan tembakan ke arah gawang sepanjang 90 menit. Satu-satunya ancaman serius datang dari Lionel Messi yang gagal memanfaatkan bola karena cepat diantisipasi kiper Unai Simon.
Ferran Torres Akhiri Penantian di Extra Time
Kebuntuan baru pecah di babak tambahan. Nico Williams yang masuk sebagai pemain pengganti melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang. Bola liar langsung disambar Ferran Torres dengan sepakan voli yang tak mampu dihalau Emiliano Martinez.
Gol tersebut menjadi puncak dari strategi jitu pelatih Spanyol yang memainkan Torres dan Williams sebagai pemain pengganti. Keduanya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Argentina yang sudah kelelahan dan kehilangan sejumlah pemain inti.
Kemenangan ini mengukuhkan Spanyol sebagai juara dunia setelah sebelumnya juga tampil impresif sepanjang turnamen. Argentina harus puas dengan posisi runner-up setelah perjuangan heroik meski kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera dan kartu merah.