TANJUNG SELOR — Program SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) mulai memasuki tahap implementasi. Pemprov Kaltara mengandalkan kolaborasi dengan PT KIPI sebagai titik awal pengembangan ekosistem UMKM di kawasan industri.
Kunjungan Sekprov ke Kawasan Industri Tana Kuning
Denny Harianto bersama jajaran perangkat daerah meninjau langsung kawasan industri Tana Kuning–Mangkupadi di Kabupaten Bulungan. Dalam kunjungan tersebut, ia memaparkan konsep SINERGI Kaltara kepada manajemen PT KIPI, termasuk E&S Manager Wisnu Sugesti dan Project Manager Head Office Noka Prihasto yang mengikuti secara daring.
Usai pemaparan, rombongan meninjau kawasan khusus UMKM dan berdialog dengan pelaku usaha yang sudah beraktivitas di lokasi. "Saya sangat bersemangat karena sejak tiba di KIPI kami diterima dengan baik oleh manajemen. Program SINERGI Kaltara yang kami susun juga mendapat respons positif," kata Denny.
UMKM Lokal Jadi Prioritas dalam Sistem Rantai Pasok
Dari hasil diskusi, PT KIPI ternyata sudah menjalankan berbagai program penguatan UMKM di kawasan Tanah Kuning, Mangkupadi, dan Tanjung Selor. Manajemen perusahaan juga memaparkan kebutuhan industri spesifik yang bisa diisi oleh pelaku UMKM lokal.
Denny menegaskan, respons positif dari pihak industri menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih terintegrasi. "Kami melihat langsung bagaimana PT KIPI memberikan dukungan kepada UMKM," ujarnya.
Data 51.840 UMKM Akan Diintegrasikan ke Sistem
Langkah selanjutnya, Pemprov Kaltara bersama PT KIPI akan memetakan kebutuhan industri dan potensi UMKM agar saling terhubung melalui sistem SINERGI. Seluruh data akan diintegrasikan sehingga kemampuan UMKM bisa dipetakan dengan baik.
"Harapannya, 51.840 UMKM di Kaltara memiliki kesempatan berkontribusi secara nyata di kawasan industri," jelas Denny.
Target: Menembus Pasar Internasional
Denny menambahkan, SINERGI Kaltara tidak hanya dirancang untuk menjadi solusi lokal. Program ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan UMKM yang dapat diterapkan di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas usaha UMKM, mulai dari legalitas, kapasitas produksi, hingga kompetensi sumber daya manusia. "Insyaallah, kita mulai dari KIPI, kemudian akan kita kembangkan ke kawasan lainnya. Harapan kita, UMKM Kaltara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional," pungkasnya.