JAKARTA — Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya meminta, tetapi juga membawa peta jalan konkret saat bertemu dengan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, pekan lalu. Gubernur Zainal A. Paliwang, yang didampingi Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, memaparkan bahwa dari total 51.840 unit UMKM di Kaltara, sebagian besar masih bergulat dengan persoalan klasik: daya saing produk rendah, akses pembiayaan sempit, dan infrastruktur pendukung yang belum memadai.
“Kami memetakan beberapa isu strategis yang perlu mendapat dukungan bersama agar UMKM Kaltara mampu berkembang lebih cepat,” kata Zainal dalam keterangan yang diterima redaksi.
Sembilan Program yang Diajukan ke Pusat
Pemprov Kaltara tidak datang dengan tangan kosong. Mereka mengajukan sembilan program prioritas yang dirancang untuk menjawab tantangan di lapangan. Program tersebut meliputi:
- Sertifikasi Halal
- Pelatihan Kewirausahaan
- Business Matching dengan Perbankan dan Lembaga Keuangan
- Bantuan Alat Produksi
- Fasilitasi Pendamping UMKM
- Pembangunan Plaza UMKM
- Fasilitasi Promosi UMKM
- Penguatan Rumah Kemasan
- Fasilitasi Galeri Dekranasda
Target Ambisius: Rp102 Miliar dan 1.000 Lapangan Kerja Baru
Dari sembilan program tersebut, Pemprov memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan. Tambahan aktivitas ekonomi daerah diperkirakan mencapai Rp102 miliar per tahun. Selain itu, program ini ditargetkan mampu menciptakan 500 hingga 1.000 lapangan kerja baru dan melahirkan 50 produk unggulan berorientasi ekspor.
Tak hanya itu, Pemprov menargetkan lahirnya 240 sertifikasi halal baru, 200 kekayaan intelektual (KI) baru, serta mendorong 1.000 UMKM naik kelas. Sebanyak 300 UMKM juga ditargetkan bisa masuk ke pasar modern dan digital.
Kesiapan Daerah: Lahan Plaza UMKM di Hutan Kota Bundahayati
Untuk memastikan program tidak sekadar wacana, Pemprov Kaltara telah menyiapkan sejumlah komitmen. Mulai dari regulasi pendukung, penyediaan data UMKM yang terpadu, hingga kesiapan bangunan Rumah Kemasan. Yang paling strategis, Pemprov telah menyiapkan lahan di Hutan Kota Bundahayati untuk pembangunan Plaza UMKM.
Respons Positif Pusat dan Rencana Kunjungan ke Kaltara
Menanggapi usulan tersebut, Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menyambut baik dan memberikan respons positif. Sebagai tindak lanjut, Kementerian UMKM berencana melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara pada Juli mendatang untuk melihat langsung kesiapan daerah.
Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan di Bumi Benuanta. Gubernur Zainal didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Sapi’i, Kepala Disperindagkop Edy Suharto, serta Kepala Dispar Dr. Njau Anau dalam pertemuan tersebut.