Pencarian

Cadillac Pimpin 24 Hours of Le Mans Usai Enam Jam, BMW dan Toyota Masih Mengancam

Minggu, 14 Juni 2026 • 04:17:31 WIB
Cadillac Pimpin 24 Hours of Le Mans Usai Enam Jam, BMW dan Toyota Masih Mengancam
Mobil Cadillac No. 38 Hertz Jota memimpin balapan 24 Hours of Le Mans setelah enam jam pertama.

KALIMANTAN UTARA — Setelah enam jam pertama yang relatif bersih di ajang 24 Hours of Le Mans ke-94, persaingan di kelas Hypercar masih sangat ketat. Tiga pabrikan besar—Cadillac, BMW, dan Toyota—saling berkejaran dengan menyelesaikan 101 putaran. Saat ini, posisi terdepan dipegang oleh mobil No. 38 Hertz Jota Cadillac, unggul tipis atas No. 20 WRT BMW dan No. 8 Toyota GR010 Hybrid berkat keunggulan satu kali pit stop lebih sedikit.

Nasib Berbalik: Dari Pole ke Puncak Klasemen

Nasib tim Cadillac dan BMW berubah drastis sejak sesi kualifikasi. Mobil No. 38 awalnya merebut pole position, namun harus rela kehilangan posisi start terdepan setelah ditemukan kru pit mereka keluar pit 7 detik lebih cepat dari jadwal. Alhasil, posisi pole diwariskan ke mobil No. 15 BMW.

Kini, mobil No. 38 justru memimpin balapan. Situasi sebaliknya dialami mobil No. 15 BMW yang justru tertinggal satu lap setelah sempat berjuang keras untuk kembali ke posisi podium. Pukulan telak bagi BMW terjadi di akhir jam kelima ketika mobil No. 15 yang start dari posisi pole terlempar ke posisi buncit kelas Hypercar. Penyebabnya, kontak dengan mobil LMP2 No. 3 DKR Engineering yang menyebabkan satu roda lepas.

Strategi Berbeda Tim Pabrikan

Toyota mengambil langkah berani di jam pertama dengan melakukan undercut, masuk pit lebih awal dari lawan-lawan lawan. Strategi ini dipilih karena kedua mobil Toyota—No. 8 dan No. 7—start dari posisi tengah setelah gagal menembus 10 besar di sesi Hyperpole. Keputusan ini terbukti lebih menguntungkan bagi mobil No. 8 yang kini duduk di posisi ketiga.

Nasib berbeda dialami mobil No. 7 Toyota yang kesulitan di tengah grid karena tidak mendapat kesempatan melaju di udara bersih. Situasi diperparah oleh kebocoran ban lambat akibat puing-puing dari insiden antara Ferrari No. 51 dan mobil LMP2. Mobil No. 7 kini bertengger di posisi ke-10 setelah melakukan pergantian pembalap dengan menurunkan Mike Conway.

BMW juga menerapkan strategi berbeda dari Cadillac. “Kami menjalani balapan dengan strategi yang sangat berbeda dari Caddy,” ujar Sheldon van der Linde. “Cukup frustrasi melihat mereka mendekat. Tapi kami tahu harus tetap pada rencana. Saya tidak bisa bertahan, saya bahkan tidak tahu siapa yang menyalip saya karena kami menggunakan strategi yang sama sekali berbeda.” BMW sempat memanfaatkan periode Full Course Yellow di jam ketiga untuk melakukan pit stop darurat mengisi daya.

Ferrari Terpuruk, Genesis Magma Tunjukkan Performa

Ambisi Ferrari untuk meraih kemenangan keempat berturut-turut di Le Mans terancam. Mobil No. 51 mengalami masalah akibat kontak di lintasan, sementara mobil No. 83—pemenang Le Mans tahun lalu—start dari posisi buruk. Posisi terbaik Ferrari saat ini dipegang mobil No. 50 yang bertengger di posisi keenam, meski secara siklus pit stop lebih unggul dari mobil No. 51 di depannya.

Sementara itu, Genesis Magma Racing yang baru pertama kali berlaga di Le Mans dan baru mengikuti balapan WEC ketiga kalinya, justru menunjukkan performa menjanjikan. Putaran demi putaran, mereka lebih cepat dari Aston Martin dan Peugeot yang masing-masing berada di posisi 13 dan 15 setelah enam jam balapan.

LMP2: Perburuan Sejarah Doriane Pin

Di kelas LMP2, persaingan terfokus antara mobil No. 30 Duqueine Team yang dikemudikan Doriane Pin dan mobil No. 29 Forestier Racing By Panis. Pin berpotensi menjadi wanita pertama yang memenangkan kelas di 24 Hours of Le Mans sejak era 1970-an.

Bagikan
Sumber: roadandtrack.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks